MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Project Buramato: Game dengan Perpaduan Dunia Fantasi dan Mitologi

Project Buramato: Game dengan Perpaduan Dunia Fantasi dan Mitologi
Add Comments
01/01/22


Setelah cukup sukses dengan game Pulang Insanity, Ozysoft melanjutkan proyek game selanjutnya bernama Project Buramato. Project Buramato merupakan game 3D aksi petualangan dengan map semi open-world dan berlatar tempat dunia fantasi yang dikombinasikan dengan cerita rakyat Kalimantan.

Kata Buramato diadopsi dari bahasa suku Dayak Paser, Kalimantan Timur. Terdiri dari dua akar kata yakni "bura" dan "mato". Kata bura yang berarti putih, sedangkan mato bermakna mata. Dan jika digabungkan menjadi "Mata Putih".

Sama seperti Pulang Insanity yang mengangkat mitologi lokal, Project Buramato menyuguhkan tampilan visual cerita rakyat khas Kalimantan, namun dengan kombinasi dunia fantasi. Tidak hanya pada latar tempatnya saja, monster-monster yang ada di dalam game juga diambil dari mitologi Kalimantan. 

Makhluk mitologi Kalimantan
Nantinya, pemain akan bertemu dengan makhluk-makhluk mistis Kalimantan seperti Iwak Lodan, Lekan Monde, dan Ma'ingu. Dari segi cerita pula, Ozysoft terinspirasi dari suku Dayak Paser, Kalimantan Timur.  

Meskipun demikian, elemen-elemen di dalam game juga akan melibatkan mitologi dari seluruh penjuru Kalimantan, dalam ruang lingkup mitologi Borneo. Pihak Ozysoft menjamin bahwa game-nya ini akan berbeda dari game-game lokal lainnya bahkan meskipun mengangkat tema yang sama yakni mitologi nusantara.

Jika alur cerita Pulang Insanity dinarasikan di dalam game, Ozy Yasin selaku Founder Ozysoft mengungkapkan alur cerita Project Buramato tidak akan sepenuhnya diceritakan melalui narasi. "Jadi yang saya inginkan adalah bagaimana cara player merasakan sendiri pengalaman menjelajahi dunia dari project Buramato," ujarnya kepada kami (31/12/2021).

Karakter khas
Project Buramato menghadirkan atmosfer yang berbeda dari game lokal lainnya. Dengan sudut pandanng Third Person View (TPV) atau orang ketiga, pemain akan menjelajahi dunia yang luas di dalam dunia magis dengan corak folklore Kalimantan. Pemain juga akan dibekali dengan senjata, kemampuan bergerak cepat dan memiliki kekuatan sihir yang digunakan untuk melawan musuh.

Karakter utama dalam game ini adalah protagonis. Namun, pihak Ozysoft belum bersedia memberikan informasi sosok dan nama karakter lebih rinci. Mereka menyebut karakter utamanya itu sebagai Pea Pelulo yang dalam bahasa Dayak Paser berarti Orphans atau anak yatim piatu.

"Pea Pelulo merupakan seorang anak laki-laki yang tak memiliki ingatan mengenai masa lalunya, ia tak pernah merasa lapar, tak memiliki lidah untuk berbicara, dan mengenakan topeng burung yang bahkan tak mampu untuk ia lepas," katanya.

Di dalam game, Pea Pelulo akan berpetualang menjelajahi dunia Buramato ditemani dengan seorang peri anggrek bernama Purpura Pandurata untuk mencari makna eksistensi mereka.

Pada 10 November 2021 lalu, Ozysoft mengunggah video trailer pertama Project Buramato. Berdasarkan trailer di atas, banyak gamer yang menganggap bahwa Project Buramato mirip dengan game seperti Zelda: Breath of The Wild dan Genshin Impact, namun tetap dengan keunikannya sendiri yaitu mengusung mitologi lokal.

Meskipun mengangkat tema Kalimantan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ozy bahwa ceritanya sendiri merupakan hasil campuran antara beragam cerita rakyat sehingga menghasilkan sesuatu yang baru. Jadi, juga ada kombinasi dengan folklore lainnya.

Namun elemen-elemen yang ada di dalam game tetap didominasi dari Kalimantan Timur. "Walau begitu, orang yang memiliki banyak pengetahuan tentang mitologi serta cerita-cerita rakyat Kalimantan (terutama Kalimantan Timur) mungkin akan lebih familiar dengan elemen-elemen yang berada dalam project Buramato," ujar Ozy menambahkan.

Rencana perilisian
Ozysoft berencana merilis versi demo akan diluncurkan secara publik pada Q2 2022. Kemudian untuk versi full version diperkirakan sekitar tahun 2022 sampai 2023 di Platform Steam.

Namun, lewat website mereka, Ozysoft berpesan agar jangan menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Sebab, developer game Zelda dan Genshin merupakan perusahaan besar dengan segala kualitas dan sarana yang mereka miliki. Lain halnya dengan Ozysoft yang hanya beranggotakan 6 orang dengan sumber daya dan kemampuan yang terbatas.

Meski begitu, mereka berjanji akan mengembangkan Project Buramato dengan target optimisasi yang jauh lebih baik dari Pulang Insanity. "Project Buramato dikembangkan dengan target optimisasi yang jauh lebih baik. Optimisasi menjadi salah satu dari top 3 fokus pengembangan project sehingga saat ini dapat menghasilkan performa yang berkali-kali lebih baik dari Pulang Insanity. Hal ini serta merta agar kami tidak kerepotan saat porting konsol di masa depan nanti," ujar Ozy. 

Yang pasti kita berharap kepada Ozysoft agar tidak terburu-buru untuk merilis game-nya. Sebab, kualitas harus diutamakan dan tentunya kita tetap harus selalu mendukung perkembangan game Project Buramato dan juga game lokal lainnya.

Hamid Auni

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic