MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Perbedaan Sumber Energi Terbarukan dan Tidak Terbarukan Serta Contohnya

Perbedaan Sumber Energi Terbarukan dan Tidak Terbarukan Serta Contohnya
Add Comments
27/06/21


 Aktivitas hidup kita tak bisa lepas dari sumber energi. Sumber energi adalah segala sesuatu yang ada di alam yang dapat menghasilkan energi. Sumber energi sendiri dibedakan dalam dua jenis, yakni terbarukan dan tidak terbarukan. 

Kincir angin | Doc. Image by Patrick Pleul/DPA, via Associated Press

Sumber energi terbarukan

Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang tak habis dan dapat didaur ulang secara alami. Seperti yang tertera dalam Pasal 1 angka 6 UU No. 30 Tahun 2007, contoh dari sumber ini yaitu panas bumi, angin, bioenergi, aliran dan terjunan air, serta gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut. Adapun paparan lebih lanjut tentang contohnya yaitu:

            1) Sinar matahari

Energi ini didapat dengan mengubah energi panas matahari melalui peralatan seperti panel surya yang kemudian dapat diubah menjadi listrik. Apalagi Indonesia merupakan wilayah strategis yang berada dalam garis khatulistiwa, tentu energi matahari sangat besar potensinya untuk dimanfaatkan. Menurut data dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), rata-rata radiasi harian dari energi matahari di Indonesia mencapai 4,8 kWh/m2.

            2) Angin

Angin merupakan energi yang melimpah. Noelle Eckley Selin dalam laman Britannica menuliskan bahwa, pemanfaatan energi kinetik angin dapat menggunakan kincir angin melalui turbin yang untuk menggerakkan generator, kemudian dapat dikonversi menjadi energi listrik. Pembangkit listrik tenaga angin umumnya terletak di lokasi ladang angin dalam skala besar. 

            3) Laut samudera

Air samudera memiliki potensi untuk dikonversi menjadi energi listrik. Mengutip laman esdm.go.id, secara umum potensi tersebut diklasifikasikan ke dalam 3 jenis, yaitu energi pasang surut (tidal power), energi gelombang laut (wave energy), dan energi panas laut (ocean thermal energy)

Arus laut memiliki energi kinetik yang dapat dimanfaatkan untuk tenaga penggerak turbin pembangkit listrik. Teknologi ekstraksi arus laut dilakukan dengan mengadopsi prinsip teknologi arus angin. Namun, daya yang dihasilkan oleh turbin arus laut lebih besar, karena rapat massa air laut hampir 800 kali rapat massa udara.

Perkembangan teknologi arus laut terus dikembangkan, karena sifatnya yang relatif stabil dan dapat diprediksi karakteristiknya. Umumnya, laut memiliki sumber energi yang sangat besar hingga mencapai 2,8 x 280 Triliun Watt-jam. 

            4) Biomassa

Biomassa adalah limbah bahan organik yang berasal dari makhluk hidup seperti bahan tanaman, kayu, dan hewan. Ide energi ini adalah bahwa makhluk hidup tersebut semasa hidupnya menyerap karbon dioksida dari lingkungan. Saat biomassa itu dibakar, energi kimia dilepaskan sebagai panas yang kemudian dapat menghasilkan listrik dengan turbin uap. 

Namun, timbul kekhawatiran yakni menghasilkan emisi karbon dari turbin uap. Untuk mengatasi hal ini, beberapa pembangkit listrik biomassa mengembangkan teknologi BECCS (Bio-Energy with Carbon Capture and Storage). 

Sebagaimana dalam studi yang dilakukan oleh Mathilde Fajarady dan Niall Mac Dowell dalam jurnal Energy & Enviromental Science Edisi 6, 2017, mereka menuliskan bahwa BECCS adalah salah satu solusi untuk mitigasi perubahan iklim. Cara kerja BECCS adalah dengan menangkap karbon dioksida yang dilepaskan selama proses pembakaran biomassa, dan mencegahnya agar tidak keluar ke atmosfer.

Penambangan batubara | Doc. image by Ajeng Dinar Ulfiana/KATADATA
Sumber energi tidak terbarukan

Mengacu pada Pasal 1 angka 8 UU No. 30 Tahun 2007, sumber energi tak terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang akan habis jika dieksploitasi secara terus-menerus. Dalam arti lain, sumber energi tersebut dapat habis, sehingga penggunaannya terbatas dan butuh waktu yang sangat lama untuk eksis kembali.

Karena itu, sumber energi tak terbarukan tidak dapat digunakan secara berkelanjutan. Sumber energi tersebut berasal dari bahan fosil yang dapat ditemukan di lapisan tanah batuan dan sedimen. Sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang terkubur selama ratusan juta tahun lalu yang kemudian berubah menjadi minyak mentah, batu bara, dan gas alam karena adanya tekanan dan panas.

Sumber energi tak terbarukan diperoleh dengan cara menambang ke dalam bumi, yang kemudian dapat diolah dan dimanfaatkan. Melansir laman National Geopraghic, contoh sumber energi tak terbarukan yaitu batu bara, minyak bumi, gas alam, dan energi nuklir.  

            1) Minyak mentah

Adalah bahan bakar cair dari fosil yang sebagian besar digunakan untuk memproduksi pembuatan plastik, pembuatan jalan, bahan bakar industri dan transportasi. Minyak mentah diambil di bawah permukaan bumi dengan cara dipompa keluar melalui sumur.

            2) Gas alam

Untuk yang satu ini biasanya digunakan untuk keperluan bahan bakar kompor gas untuk memasak dan pemanas. Pembentuk gas alam adalah metana, etana, propan, dan butana yang berada di bawah permukaan bumi. Cara mengeluarkannya yakni dengan mengebornya keluar menggunakan alat khusus.

            3) Batubara

Adalah bahan bakar padat dari fosil yang digunakan untuk pembangkit listrik. Batubara dapat ditemukan di rawa-rawa fosil yang telah terkubur di bawah lapisan sedimen. Cara ekstraksi batubara yaitu dengan menggali tanah, lalu mengambil padatan batubara untuk diubah menjadi energi. Jenis utama material ini terdiri dari antrasit, lignit, bituminous, dan sub-bituminous. 

            4) Nuklir

Energi ini biasanya dihasilkan dari unsur uranium, yang digunakan untuk pembangkit listrik. Namun, untuk memproduksinya memerlukan banyak usaha dan disertai dengan perlatan yang canggih. Umumnya, pembangkit listrik tenaga nuklir menggunakan jenis uranium yang langka, yakni U-235.

Energi nuklir memanen energi yang kuat di dalam nukleus atau inti atom. Nantinya, energi nuklir dilepaskan melalui fusi nuklir, proses di mana atom terbelah. Untuk mengontrol dan mengubah fisi nuklir menjadi energi listrik inilah diperlukan teknologi yang memadai.

Akan tetapi, energi nuklir menghasilkan limbah radioaktif yang berbahaya. Limbah tersebut bahkan dapat menyebabkan luka bakar, meningkatkan risiko kanker, kerusakan tulang bagi mereka yang terpapar. Meskipun di sisi lain, pembangkit tenaga nuklir tidak mencemari udara atau mengeluarkan efek gas rumah kaca.

Semakin berjalannya waktu, populasi manusia mengalami peningkatan. Eksplorasi alam yang mengandalkan sumber energi tidak terbarukan tentu akan semakin merusak alam dan sumbernya akan habis kemudian. Seperti contoh bahan bakar fosil yang dampaknya berbahaya terhadap lingkungan.

Karbon dioksida yang dilepaskan ke atmosfer turut ikut serta dalam perubahan iklim dan pemanasan global. Untuk itu, umat manusia harus melakukan transisi menuju sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan demi kebaikan di masa depan.

Doc. image thumbnail by Getty Images

Hamid Auni

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic