MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Elon Musk Vs Jeff Bezos: Era Baru Persaingan Dunia Antariksa

Elon Musk Vs Jeff Bezos: Era Baru Persaingan Dunia Antariksa
Add Comments
07/11/20


   Pada masa perang dingin, Uni Soviet dan Amerika saling bersaing untuk menjelajahi antariksa, kemudian berlanjut melibatkan banyak negara. Tapi itu dulu, kini hal tersebut memasuki era baru di mana terjadi antara dua miliarder, mereka adalah Elon Musk dan Jeff Bezos.

Berdasarkan data Bloomberg Billionaire Index, Elon Musk menduduki posisi ketiga sebagai orang terkaya di dunia, sedangkan Jeff Bezos menempati posisi puncak. Elon Musk dengan SpaceX-nya memiliki misi yang ambisius yaitu mendaratkan manusia di Mars. Blue Origin yang didanai dan dimiliki oleh Jeff Bezos bertujuan untuk membangun industri pariwisata luar angkasa.

Sebagai perusahaan swasta, keduanya berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi roket untuk menjelajahi antariksa. Di atas kertas, SpaceX sudah beberapa kali melakukan uji coba peluncuran roket. Di sisi lain, Blue Origin memang tidak sebanyak SpaceX dalam uji coba roket. Namun, teknologi yang dimiliki Blue Origin tidak dapat diremehkan, mereka terus mengembangkan roketnya yang tentu akan membuat persaingan semakin kompetitif.
SpaceX's Falcon Heavy Rocket | Doc. image by SpaceX
Proyek SpaceX
SpaceX atau Space Exploration Technologies Corporation didirikan oleh Elon Musk pada 6 Mei 2002, setelah berhasil mengumpulkan uang dari penjualan startup miliknya yaitu Zip2 (1999) dan Paypal (2002). Elon Musk adalah orang yang ambisius. Hal ini juga diakui oleh saudaranya, Kimbal Musk. "Dia (Elon Musk) adalah pria dengan ambisi yang tak terbatas, " ujar Kimbal dalam wawancara dengan 60 menit pada 2014.

Tahun-tahun awal terasa berat bagi Musk karena permasalahan keuangan yang menimpanya, ditambah uji coba roket yang gagal tiga kali berturut-turut. Namun, keberhasilan pada uji coba yang keempat membuat para investor pun berdatangan. Musk berambisi untuk menjadikan manusia sebagai makhluk multi-planet dan membangun koloni di Mars. Hal tersebut seperti yang diungkapkan dalam presentasinya di acara International Astronautical Congress ke-68 di Australia pada 2017.

Untuk menjadikan manusia sebagai spesies multi-planet, SpaceX sedang mengerjakan kendaraan peluncur generasi berikutnya yang terkuat yang pernah dibuat, serta dapat digunakan kembali guna menurunkan biaya akses ruang angkasa. SpaceX juga menawarkan penerbangan komersial dengan tujuan ke orbit Bumi, Bulan, Mars, dan sekitarnya.
Mars Base Alpha | Illustration by SpaceX
Mars sebagai target
Mars adalah salah satu tetangga paling dekat bumi dengan jarak rata-rata 140 juta mil. Mars masih menjangkau sinar matahari yang layak, meskipun di sana sedikit dingin, tapi SpaceX mengklaim masih mampu menghangatkannya. Gravitasi di Mars sekitar 38% dari bumi. Selain itu, hitungan satuan hari Mars sangat dekat dengan Bumi, waktu satu hari di Mars yaitu 24 jam 37 menit.

Sumber daya alami Mars yaitu H2O dan CO2 dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, terutama untuk roket Falcon Heavy dan Starship. Di Mars juga masih memungkinkan untuk menanam varian tanaman. Dalam wawancaranya dengan Popular Mechanics pada 2019, Musk berkata bahwa "Cara mudah untuk membuat makanan adalah dengan melakukan hidroponik."

Pertanian hidroponik nantinya bertenaga surya—panel surya yang tidak perlu minya tanah, terletak di bawah tanah ataupun dalam struktur yang tertutup, kata Musk. SpaceX berencana mengirimkan kargo ke Mars pada 2022, dilanjut kemudian pada misi kedua akan membawa kargo lebih banyak sekaligus kru pada 2024. Musk menargetkan akan mengirim satu juta orang ke Mars padaa 2050. 

SpaceX's spacecraft
  • Falcon 1: Roket pertama yang dikembangkan oleh SpaceX. Roket dua tahap bertenaga merlin tunggal; mesin roket minyak tanah yang mampu menghasilkan 570,000 newton daya dorong dan dapat menempatkan 1 metrik ton ke orbit rendah bumi. Tinggi Falcon 1 adalah 1,7 m dan diameter 21 m.
  • Falcon 9: Roket dua tahap yang reusable untuk transportasi orang dan muatan ke obit bumi ( di atas 100 km) dan sekitarnya. Tahap pertama Falcon 9 menggunakan sembilan mesin Merlin dan tangki paduan alumunium-lithium yang berisi oksigen cair dan propelan (bahan pendorong) minyak tanah tingkat roket (RP-1). Tinggi roket ini 70 m dengan diameter 3,7 m.
  • Falcon Heavy: Roket dengan tinggi 70 m dan diameter  12,2 m ini diklaim oleh SpaceX sebagai roket operasional terkuat di dunia. Terdiri dari tiga inti Falcon 9 yang 27 mesinnya secara bersamaan mampu menghasilkan dorongan lebih dari 5 juta pon.
  • Dragon: Kapsul yang berdiameter 4 m dan tinggi 8,1 m. Dragon mampu membawa sampai 7 penumpang dan sejumlah kargo ke orbit kemudian kembali setelahnya. 
  • Starship: Roket terkuat lainnya yang dimiliki SpaceX, mampu membawa muatan lebih dari 100 metrik ton ke orbit Bumi. Starship adalah roket yang reusable yang dirancang untuk membawa kru dan kargo ke orbit Bumi, Bulan, Mars, dan sekitarnya. Roket ini berdiameter 9 m dengan tinggi 122 m.
Pencapaian SpaceX
  • 2008: Falcon 1 menjadi roket swasta berbahan bakar cair pertama yang mencapai orbit bumi. 
  • 2012: Dragon menjadi pesawat ruang angkasa swasta pertama yang mengunjungi International Space Station (ISS) atau Stasiun Antariksa Internasional. Dragon mengangkut muatan kargo ke sana dan dari sana.
  • 2015: Falcon 9 mengirimkan 11 stasiun satelit komunikasi ke orbit, dan (roket) tahap pertama berhasil kembali mendarat di Zona Pendaratan 1. Hal ini sekaligus tertulis dalam sejarah sebagai pendaratan kelas orbital pertama kali di dunia. 
  • 2016: Falcon 9 meluncurkan Dragon ke ISS, dan sekitar 9 menit setelah lepas landas tahap pertama berhasil kembali dengan tepat di droneship Spacex: "Of Course I Still Love You".
  • 2017: Falcon 9 tahap pertama berhasil kembali ke Bumi untuk ke dua kalinya setelah pengiriman muatan. Karena ini, SpaceX dikukuhkan sebagai "The World's First Reflight of an Orbital Class Rocket".
  • 2018: Falcon Heavy meluncur untuk pertama kalinya ke orbit.
  • 2019. Crew Dragon singgah di ISS. Menjadi pesawat luar angkasa Amerika pertama yang secara otonom dengan laboraturium yang mengorbit.
Blue Origin's New Shepard Rocket | Doc. image by Blue Origin
Proyek Blue Origin
Jeff Bezos sudah sejak lama tertarik kepada antariksa, bahkan sebelum mendirikan Amazon. Ia pernah diwawancarai oleh Miami Herald pada tahun 1982 ketika lulus sebagai siswa SMA terbaik, bahwa dia ingin menciptakan koloni di luar angkasa. Kemudian Blue Origin pun didirikan olehnya pada 8 September 2000. Selain sebagai industri pariwisata, visi Blue Origin adalah membawa manusia ke luar angkasa untuk tinggal dan bekerja di sana. 

Sadar akan usia bumi sudah semakin tua dan keadaannya yang memburuk membuat Bezos percaya bahwa untuk melestarikan bumi, maka diperlukan eksplorasi ke luar angkasa untuk memanfaatkan sumber daya dan energinya yang tidak terbatas. 

Hal itu sejalan dengan apa yang diungkapkannya di acara Space Development Conference di Los Angeles, Amerika Serikat. "Akan lebih mudah untuk melakukan banyak hal yang saat ini kita lakukan di bumi di luar angkasa, karena kita akan punya banyak energi. Kita harus mennggalkan planet ini. Kita akan meninggalkannya, dan itu akan membuat planet ini lebih baik," katanya, pada acara Space Development Conference di Los Angeles, dikutip dari geekwire.

"Bumi bukanlah tempat yang baik untuk melakukan industri berat. Ini nyaman bagi kita untuk saat ini, tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama, saya berbicara beberapa dekade, mungkin 100 tahun, akan mulai lebih mudah untuk melakukan banyak hal yang saat ini kita lakukan di Bumi di luar angkasa, karena kita akan punya banyak energi," lanjut Bezos.

Bezos tiap tahun mendanai Blue Origin sebanyak $1 miliar dollar, hasil dari penjualan saham Amazon sejak 2017, berdasarkan laporan The New York Times. Meskipun didukung dengan finansial yang baik, pergerakan Blue Origin tidak semasif SpaceX. Hal tersebut bisa kita pahami karena sesuai dengan motto perusahaan yaitu Gradatim Ferociter, yang dalam bahasa inggris berarti "Step by Step, Ferociously".

Doc. image by Alan Boyle/GeekWire
Bulan sebagai target
Manusia belum pernah kembali lagi ke bulan sejak 1972, karena itu Blue Origin mengandalkan 'senjata' andalannya yaitu Blue Moon yang rencananya akan diluncurkan pada 2024 dan berharap dapat membantu NASA membangun pangkalan permanen di sana.

Blue Moon dapat membantu menjawab pertanyaan ilmiah lama tentang asal mula dan evolusi bulan, menyelidiki identifikasi dan ekstraksi sumber daya bulan, dan "memungkinkan manusia untuk kembali ke bulan," kata Direktur pengembangan bisnis Blue Origin, A. C. Charania, kepada GeekWire

Bezos menunjukkan bahwa bulan berada di lokasi yang strategis, dapat dijangkau hanya dalam beberapa hari dengan roket yang tepat. Para ilmuwan telah menentukan bahwa ia memiliki endapan es air di dekat kutub yang dapat diubah menjadi air minum, udara bernapas, dan propelan untuk roket yang dapat diisi ulang.

Blue Moon dilengkapi dengan mesin roket generasi baru berbahan bakar hidrogen yang disebut BE-7. Mesin terssebut mampu menghasilkan daya dorong sebesar 10.000 pon. Blue Origin percaya bahwa roket harus dapat beroperasi lebih seperti pesawat yang tidak dibuang setelah digunakan, guna menghemat biaya. Roket yang dikembangkannya juga diprogram untuk lepas landas dan pendaratan secara vertikal. 

Blue Origin's spacecraft
  • New Shepard: Nama roket diambil dari astronot Amerika pertama yang pergi ke luar angkasa (1961), yaitu Alan Shepard. New Shepard adalah sistem roket suborbital yang dirancang untuk membawa astronot dan muatan penelitian melewati garis Kármán, batas ruang angkasa yang diakui secara internasional (100 km di atas permukaan laut)
  • New Glenn: Disandarkan pada nama astronot pertama Amerika yang mengorbit bumi dan memutarinya tiga kali (1962), yaitu John Glenn. New Gleen adalah jenis roket berat orbital dua tahap dengan diameter 7 m dan tinggi 98 m. New Glenn rencananya akan diluncurkan pada 2021. Mesin dari roket tersebut menggunakan hasil pengembangan produk sendiri, BE-4.
  • Blue Moon: Dengan motto "Back to the moon to stay", jenis yang satu ini dikembangkan untuk mengirimkan berbagai macam muatan kecil sampai besar ke bulan. Blue Moon memungkinkan kehadiran manusia di Bulan karena ditopang dengan pendaratan yang tepat dan softly. Layanan ini juga dihadirkan untuk penjelajahan, logistik untuk pemerintah, akademisi, pemanfaatan sumber daya, penelitian, infrastruktur pembangunan, hingga pelanggan komersial pun dapat meraih kesempatan pergi ke Bulan.

Mesin BE-4 Vs Mesin Merlin
Blue Origin menggunakan mesin andalan untuk roketnya yang bernama BE-4. BE-4 adalah mesin roket berbahan bakar Liquified Natural Gas (LNG) atau gas alam cair yang menurut mereka adalah yang terkuat yang pernah dikembangkan. Dipilih LNG sebagai bahan bakar karena dinilai sangat efisien, biaya yang rendah, dan banyak tersedia. 

LNG adalah opsi yang bagus sebagai pengganti dari minyak tanah dan menghilangkan ketergantungan terhadap helium yang langka di bumi. BE-4 mampu menghasilkan daya dorong sebesar 2.400 kN dengan kemampuan throttle dalam. Kelebihan LNG dibanding bahan bakar mesin roket lainnya adalah mampu memberikan tekanan pada tangki propelan roket. 

Sedangkan mesin merlin berbahan bakar minyak tanah tingkat roket (RP-1) dan oksigen cair sebagai propelan roket. Mesin merlin pada roket Falcon 9 hanya mampu menghasilkan daya dorong 845 kN. Sedangkan pada roket Falcon Heavy tahap ke-2 memiliki daya dorong 934 kN.

SpaceX mengirim satelit
SpaceX punya proyek lainnya bernama Starlink; menyediakan akses internet yang memiliki performa tinggi dengan harga terjangkau. Starlink terdiri dari ribuan satelit kecil yang dikirim secara massal ke orbit rendah bumi. Satu satelit beratnya mencapai 260 kg. Starlink dikirim ke orbit bumi melalui Falcon 9 secara bertahap, sebab satu Falcon 9 hanya mampu membawa 60 satelit. 

SpaceX rencananya memulai layanan komersialnya di Amerika dan Canda sebelum tahun 2020 berakhir. SpaceX mengklaim bahwa kecepatan internetnya mampu bersaing dengan yang lain. Jaringan Satrlink memiliki latensi di bawah 20 ms, artinya semakin kecil angka latensi maka semakin mendekati real-time. Harapannya pada 2021 nanti, Starlink dapat membuka layanan hingga hampir ke seluruh masayarakat dunia. 

Untuk menempatkan banyak satelit di antariksa, SpaceX sedang mengembangkan roket Starship yang dapat meluncurkan 400 satelit sekaligus. Akan tetapi, muncul kekhawatiran banyaknya sampah di antariksa  karena menempatkan ribuan satelit di atas 600 km, dan dampak negatif lainnya pada astronomi optik dan radio di bumi. SpaceX pun menanggapinya dengan menurunkan orbit ke 550 km ke bawah dan meluncurkan satelit prototipe dengan lapisan anti-reflekstif dan experimental shunshade.

Blue Origin mengirim satelit
Blue Origin tertarik untuk mengembangkap unit hosting layanan Amazon, Amazon Web Service (AWS), ke antariksa. Membuka segmen bisnis di luar angkasa. Disebut dengan segmen bisnis Aerospace and Satellite Sollutions. AWS Ground Station

Berbicara tentang Blue Origin, unit cloud Amazon perusahaan induk Bezos, AWS baru-baru ini meluncurkan segmen bisnis luar angkasa baru yang disebut segmen bisnis Aerospace and Satellite Solutions. Dengan tujuan menghadirkan layanan AWS ke perusahaan luar angkasa dan industri satelit, ini bertujuan untuk membantu mereka dalam operasi penerbangan luar angkasa.

Hal ini bertujuan untuk menata ulang arsitektur sistem ruang angkasa, meluncurkan layanan yang memproses data ruang angkasa di Bumi, memberikan solusi cloud yang aman, fleksibel, dapat diskalakan, dan hemat biaya untuk misi luar angkasa. Mungkin tidak mengherankan jika Blue Origin mencoba memanfaatkannya di masa mendatang.

Perbandingan
Tujuan SpaceX dan Blue Originan sebenarnya ini sama. Mereka sama-sama ingin membuat perjalanan ke luar angkasa lebih murah, sama-sama ingin membawa manusia ke luar angkasa, sama-sama ingin menyelamatkan bumi dan manusia di masa depan.

Selain itu, jika kita membandingkan teknologi roket, SpaceX lebih maju dalam membuat roket yang kuar dan dapat digunakan kembali, berdasarkan banyaknya jumlah peluncuran yang mereka lakukan. Tetapi, jika dilihat kapabilitas mesin roket, Blue Origin jauh lebih baik dengan BE-4 miliknya.

Karena BE-4 berbahan bakar alami LNG (Liquified Natural Gas), dibanding SpaceX yang masih menggunakan bahan bakar minyak tanah. Fokus SpaceX adalah membangun kota mandiri di Mars, sedangkan Blue Origin memiliki impian untuk membuat koloni O'Neill. SpaceX bekerja lebih cepat dan memiliki pencapaian lebih, di lain sisi, Blue Origin bekerja hati-hati dan mengejutkan.

Hamid A.

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic