MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Perjuangan Jeff Bezos Membangun Amazon dari Garasi

Perjuangan Jeff Bezos Membangun Amazon dari Garasi
Add Comments
04/09/20


   Di saat perusahaan lain mengalami kerugian besar karena dampak dari pandemi COVID-19, lain halnya dengan Jeff Bezos. Pendiri sekaligus CEO Amazon tersebut mengalami keuntungan selama masa pandemi ini. Mengacu data dari Bloomberg Billionaire Index (1/9), harta kekayaan Bezos mencapai US$202 milyar dollar atau sekitar Rp 3.000 triliun. Nilai saham Amazon naik sampai $87 milyar sejak Januari 2020, sebagian besar karena tingginya permintaan belanja online.

Sedangkan data dari Refinitiv melaporkan bahwa pertumbuhan eksplosif kekayaan Bezos sebagian besar karena kepemilikan saham di Amazon yang naik 25% selama 3 bulan terakhir dan 86% sepanjang tahun ini. Hal tersebut semakin mempertegas posisi Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia sejak 2017, setelah menggusur Bill Gates sang pendiri Microsoft.

Sumber kekayaan Jeff Bezos sebenarnya tidak hanya dari Amazon. Ia juga merupakan pendiri Blue Origin, perusahaan perjalanan luar angkasa yang didirikan pada tahun 2000, dan mengakuisisi The Washington Post pada 2013 dengan harga $250 juta.

Jika melihat ke belakang, perjuangan Jeff Bezos sampai tahap sekarang bisa dibilang tidak mudah. Tidak banyak yang tahu bagaimana perjuangannya mendirikan dan mengembangkan Amazon. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil sebenarnya dari perjalanan karir seorang Jeff Bezos.
Doc. image by medium.com
Mendirikan Amazon
Jeff Bezos lahir pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat. Ia merupakan lulusan S1 jurusan Teknik Elektro dan Ilmu Komputer dengan predikat summa cum laude di Universitas Princenton pada tahun 1986. Ternyata, ia tertarik dengan bidang keilmuan sejak kecil dengan sering mengutak-atik beberapa perangkat elektronik di rumahnya, dan menjadikan garasi sebagai laboraturiumnya untuk eksperimen kecil-kecilan.

Setelah lulus, Bezos pernah berkerja di beberapa perusahaan di Wall Street. Perjalanan karirnya dimulai ketika ia bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang jaringan internet bernama Fitel. Sempat bekerja di Bunker Trust, lalu pindah ke perusahaan investasi yaitu D.E. Shaw & Co di New York. Bahkan pada tahun 1990, Bezos menjadi wakil presiden termuda di D.E. Shaw & Co.

Awal mula munculnya ide menciptakan Amazon bermula ketika dia menyadari bahwa internet adalah peluang yang menjanjikan. Kemudian Bezos keluar dari pekerjaannya. Keinginan untuk menciptakan Amazon semakin kuat setelah berdiskusi dengan John Ingram dan Keyur Patel. Pada tahun 1994, ia pindah dari New York ke Seattle untuk mulai mewujudkan impiannya.

Di tahun yang sama, tepatnya pada 5 Juli, Cadabra yang kemudian diganti namanya menjadi Amazon resmi didirikan dan Bezos menggunakan garasi miliknya sebagai kantor. Setahun setelah berdiri, Amazon.com resmi masuk ke dunia internet. Seattle dipilih sebagai kota di mana kantornya berada adalah karena di sana banyak orang yang piawai dalam teknologi dan dekat dengan pusat distribusi buku besar di Oregon.
Doc. image by Getty Images/ Rex rystedt
Berani ambil risiko
Untuk membangun suatu startup tentu perlu modal tidak sedikit. Bezos mendanai perusahaannya itu dengan kantongnya sendiri sebesar $10.000. Ia juga mendapatkan bantuan dari sebagian besar tabungan pribadi kedua orang tuanya. Padahal, Bezos memberitahu kepada orang tuanya bahwa "sangat mungkin mereka akan kehilangan seluruh investasi mereka di perusahaan," ungkap Bezos kepada Evening Magazine.

Bezos mengaku dan tidak memungkiri kecilnya peluang perusahaannya untuk sukses, "Saya pikir (hanya) ada 30% kemungkinan kami dapat membangun perusahaan yang sukses," ia melanjutkan. Di tahun 1994, internet memang baru sedang berkembang, namun tak banyak orang yang menggunakannya.

Melansir dari data The World Bank, hanya 0,446 % saja tercatat sebagai pengguna internet pada tahun itu, setahun setelahnya meningkat jadi 0.777%. Akses yang lambat dan biaya yang mahal juga faktor lain yang membuat sedikitnya pengakses internet, kecuali jika pergi ke kantor atau instansi lain yang menyediakan internet.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Bezos. Terlebih, kala itu Amazon juga harus bersaing dengan perusahaan masyhur seperti Barnes & Noble serta Borders Group, perusahaan yang juga menyediakan buku sebagai produknya.

Amazon pada masa awal perkembangannya adalah toko online yang menjual buku. Ketika Amazon pertama kali muncul ke publik pada Mei 1997 membuka investasi (Initial Public Offering), Bezos bahkan memperingatkan kepada investor bahwa "kerugian operasional yang besar di masa mendatang", berdasarkan investasi akbar di bidang teknologi dan pemasaran.

Selama dua bulan pertama, Amazon berhasil menjual buku ke 50 negara bagian Amerika Serikat dan lebih dari 45 negara. Dalam kurun waktu tersebut pula penjualan Amazon mencapai angka $20 dollar per pekan.

Amazon melalui website mereka memperkenalkan fitur-fitur inovatif seperti belanja dengan sekali klik, ulasan pelanggan, dan verifikasi pesanan melalui e-mail. Pada 2001, Amazon hampir bangkrut karena the dot com bubble meledak yang mengakibatkan harga sahamnya turun drastis. Bezos pun terpaksa memberhentikan 15% tenaga kerja Amazon.

Jeff Bezos dengan berbagai cara mampu memulihkan Amazon kembali, bahkan nilai sahamnya semakin tinggi setelah kejatuhan itu. Setelah empat tahun lamanya Amazon belum mencetak laba bersih, akhirnya Amazon baru berhasil mendapatkannya pertama kali pada 2001.
Amazon Spheres | Doc. photo by Sean Airhart
Panen kesuksesan
Meski sempat diremehkan oleh banyak pihak bahwa akan bernasib sama seperti perusahaan .com lainnya pada 1990-an. Faktanya, Amazon mampu bertahan hingga sekarang dan menjadi raksasa e-commerce multinasional terbesar di dunia.

Dulu banyak yang skeptis terhadap Amazon, sekarang Amazon menjadi kiblat dunia belanja online dunia dan menjadi toko yang menjual segalanya. Amazon kini mampu mengalahkan pesaingnya, bahkan Borders Group yang merupakan salah satu pesaing besar Amazon kini telah tutup.

Sekarang, Amazon memiliki kantor pusat yang megah membangun kantor pusat Amazon dengan megah di Seattle. Kantor tersebut dapat menampung lebih dari 400.000 karyawan dengan luas 8 juta kaki persegi. Amazon tidak hanya membuka cabang di kota-kota Amerika Serikat, tapi juga di belahan negara lain, termasuk Indonesia.

Amazon semakin berkembang pesat serta terus melakukan inovasi dan ekspansi ke berbagai produk. Tidak hanya menjual buku, Amazon kini menyediakan software, video game, elektronik, furnitur, perhiasan, dan barang-barang lainnya. Bahkan sekarang, Amazon sedang gencar-gencarnya berinovasi di bidang teknologi, seperti berupaya mengirim paket menggunakan drone misalnya.

Jeff Bezos pun tak sedikit menerima penghargaan dari banyak kalangan karena kegigihannya membangun dan mengembangkan Amazon hingga jadi seperti saat ini. Dia satu kesempatan pernah berkata, "Merek sebuah perusahaan seperti reputasi seseorang. Anda mendapatkan reputasi dengan mencoba melakukan hal-hal sulit dengan baik."

  • 27 Desember 1999: Terpilih menjadi "Person of The Year" oleh majalah TIME;
  • 2008: Dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang sains dan teknologi oleh Universitas Carnegie Mellon. Dipilih oleh US News & World Report sebagai salah satu pemimpin terbaik Amerika;
  • 2011: The Economist memberikan sebuah Penghargaan Inovasi kepada Jeff Bezos bersama dengan Gregg Zehr berkat Amazon Kindle;
  • 2012: The National Retail Federation menobatkan Amazon sebagai "The Top Retailer of The Year" sekaligus Jeff Bezos memperoleh penghargaan medali emas karena telah melayani industri dengan baik. Dinobatkan sebagai "Business Person of The Year" oleh Fortune.

Hamid A.

Seorang mahasiswa biasa yang hidup di tanah perantauan demi tugas yang mulia yaitu mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Membaca dan menulis adalah hal yang biasanya aku lakukan ketika waktu luang.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic