MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Mohammad Natsir, 'Sang Pemersatu' Indonesia

Mohammad Natsir, 'Sang Pemersatu' Indonesia
Add Comments
25/07/20


   Mungkin jika kita ditanya siapa orang yang mempunyai andil besar terhadap bangsa ini, tentu nama yang akan muncul di benak kita seperti Soekarno dan Moh. Hatta. Tapi tahukah kamu bahwa terdapat tokoh yang juga punya andil besar dalam upaya memerdekakan dan mempersatukan Indonesia. Salah satu dari mereka seperti Mohammad Natsir. beliau adalah seorang negarawan, ulama, dan aktivis Masyumi. 

  Sebagai pahlawan nasional, tentu Mohammad Natsir tidak sedikit menyumbangkan pemikirannya terhadap kemerdekaan dan persatuan Indonesia. Istilah NKRI yang kita kenal sekarang tidak lepas dari sumbangsih Natsir lewat "Mosi Integral" yang dicetuskannya. Mosi ini muncul dikarenakan penolakan terhadap RIS di beberapa daerah yang Natsir khawatirkan akan meruntuhkan persatuan Republik Indonesia.

Cerita Masa Kecil

   Mohammad Natsir dilahirkan pada 17 juli 1908 di alahan panjang, lembah Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera Barat. Ia merupakan buah cinta kasih pasangan Idris Sutan Saripado dan Khadijah. Ayahnya, Idris, adalah seorang juru tulis kontrolir yang terus mendorong Natsir untuk mendalami Islam.

   Dalam adat Minangkabau di masa itu, seorang anak laki-lak berusia 7-8 tahun, pada malam hari harus tidur di surau bersama teman-teman sebayanya. Jika seusia itu masih tidur dirumah, sang bocah akan diejek "masih tidur di rumah ibu!". Rumah yang berdekatan dengan Masjid pula menjadikan Natsir Rajin mengaji sejak usia dini.

   Dorongan Idris kepada anak lelakinya agar giat mempelajari Islam melahirkan dampak positif. Natsir kecil terdorong juga untuk mengikuti pelajaran di pendidikan formal, hingga Natsir memiliki hasrat untuk mengenyam pendidikan di sekolah dasar Hollandsche Indlandsche Schoolen (HIS), akan tetapi dikarenakan gaji ayahnya yang tidak mencukupi untuk bersekolah di HIS, Natsir sempat 'menumpang' belajar di sekolah II. sekolah II merupakan sekolah rakyat yang bahasa pengantarnya bahasa Melayu, bukan bahasa Belanda.

   Seperti diceritakan Natsir dalam surat kepada anak-anaknya, beberapa bulan lamanya dia menumpang belajar tanpa harus membayar uang sekolah, pun tanpa terdaftar sebagai murid. Jika suatu saat pengawas (Inspektur) sekolah datang mengontrol ke sekolah II, guru kelas dua memberi isayarat kepada Natsir supaya bersembuyi atau pulang dulu. Nanti kalau Inspektur sekolah sudah pergi, Natsir boleh kembali ikut belajar. "Lucu juga kalau sekarang mengenang masa itu. Main kucing-kucingan dengan tuan Inspektur," kenang Natsir hampir lima puluth tahun kemudian.

Munculnya Mosi Integral

  Pada tanggal 27 desember 1949, terjadilah upacara penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia Serikat. Upacara ini berlangsung di dua tempat, yang pertama di Amsterdam (Belanda) dan di Jakarta (Indonesia). Di Amsterdam, Hatta selaku Wakil Presiden / Perdana Menteri RIS menerima penyerahan kedaulatan de facto dan de jure yang dilakukan langsung oleh Ratu Juliana. Sementara itu di Jakarta, upacara penyerahan kedaulatan dari wakil tertinggi Ratu Belanda di Hindia-Belanda, A.H.J. Lovink, kepada wakil RIS, Sultan Hamengkubuwono IX, didampingi Mohamad Roem.

   Upacara di Jakarta berbeda dengan di Belanda, tepatnya di istana Rijswijk, kadang orang menyebutnya Istana Gambir, sekarang Istana Merdeka, diiringi dengan penurunan bendera tiga warna. Bendera kebangsaan Belanda yang sudah ratusan tahun berkibar di bumi pertiwi, diturunkan dan diganti dengan bendera kebangsaan Indonesia, sang saka merah putih. Hal ini menandai penyerahan kedaulatan sekaligus lahirnya Republik Indonesia Serikat.

   Akan tetapi, lahrinya RIS justru memicu pergolakan, terjadi demonstrasi di berbagai daerah mulai dari Jakarta Raya, Makasar, dan Sumatera Timur. Kejadian tersebut pun menarik perhatian Natsir. Menurutnya, meskipun maksud berbagai resolusi dan demonstrasi itu baik, akan tetapi jika dibiarkan tanpa arah penyelesaian yang jelas, justru dapat membahayakan eksistensi negara baru ini.

     Dalam rangka itu, sebagai ketua fraksi partai Masyumi di parlemen RIS, Natsir berinisiatif menemui dan bertukar pikiran dengan para pemimpin fraksi. Menurut Roem, Natsir melakukan pembicaraan dengan pemimpin-pemimpin fraksi yang sangat kiri lewat Ir. Sakirman dari Partai Komunis Indonesia (PKI), dan yang sangat kanan melalui Tuan B. Sahetapy Engel, wakil dari Majelis Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg / BFO). Melalui diskusi dengan para pemimpin fraksi, Natsir ingin mengetahu apakah yang sesungguhnya hidup di dalam pikiran kalangan parlemen.

    Natsir bertekad untuk mengembalikan RI seperti sedia kala. "Saya berbicara dengan Fraksi-fraksi, seperti Kasimo dari partai Katolik, Tambunan dari partai Kristen, dan sebagainya," kata Natsir sembari melanjutkan," Dari situ saya mendapat kesimpulan, mereka, negara-negara bagian itu mau membubarkan diri untuk bersatu dengan Yogyakarta, asal jangan disuruh bubar sendiri," dan Natsir pun waspada dengan campur tangan Belanda, maka Mosi Integral dibuat kabur-kabur. Jangan sampai Belanda tahu maksud Mosi Integral.

    Dan pada akhirnya, setelah pidato Natsir yang bersejarah pada 3 April 1950, Indonesia mulai kembali bersatu dibawah satu naungan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Moh. Hatta sendiri menyatakan bahwa Mosi Integral merupakan proklamasi kedua bangsa Indonesia.

    Banyak hikmah yang dapat kita petik dari perjalanan hidup Natsir, disaat banyak kelompok yang meragukan nasionalisme seorang muslim, beliau membuktikan bahwa dengan menjadi muslim kita dapat memberikan kontribusi bagi negara ini, beliau memberikan contoh bahwa keagaman dan nasionalisme bukanlah dua kutub yang saling bertolak belakang, justru dua hal ini saling menguatkan.

Refrensi:
Puar, Yusuf Abdullah. 1978. Mohammad Natsir 70 Tahun: Kenang-kenangan dan Perjuangan. Jakarta: Pustaka Antara.
Lukman, Hakiem. 2019. Biografi Mohammad Natsir: kepribadian, pemikiran, dan perjuangan. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Tubagus Ali Ibrahim

Seorang mahasiswa sejarah yang justru tertarik ilmu politik, seseorang yang masih bingung dengan tujuan hidupnya sendiri, selalu berimajinasi. Karena imajinasi adalah kunci untuk berinovasi, selamat menikmati

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic