MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Sering Posting Foto Selfie di Media Sosial? Cek Apakah Kamu Mengidap Selfitis

Sering Posting Foto Selfie di Media Sosial? Cek Apakah Kamu Mengidap Selfitis
Add Comments
06/06/20


   Swafoto (selfie) adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang di zaman sekarang. Biasanya, orang mengunggah swafoto untuk membagikan kegiatan apa yang sedang dilakukan serta di mana ia berada. Namun ada juga orang yang mengunggah swafotonya karena iseng semata atau gabut.

Seiring dengan pesatnya penggunaan media jejaring sosial, swafoto juga semakin biasa dilakukan oleh penggunanya. Ditambah lagi dengan kehadiran filter dan efek lainnya baik built-in di aplikasi media sosial tersebut ataupun menggunakan aplikasi pihak ketiga yang memudahkan untuk membuat foto menjadi lebih bagus dan eye-catchy.

Lalu apakah ketika ber-swafoto kemudian menunggahnya di media sosial merupakan hal yang normal? Tentu saja! Yang tidak normal adalah ketika terlalu sering melakukan hal tersebut sehingga menimbulkan efek adiksi, hal itulah yang disebut sebagai Selfitis. Dikutip dari healthline.com, Selfitis adalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan kebiasaan budaya mengambil swafoto yang terlalu banyak tentang dirinya sendiri dan mengunggahnya di media soial. 

Beredar berita bahwa American Psyhciatric Association (APA) atau Asosiasi Psikiatrik Amerika memasukkan Selfitis sebagai gangguan mental baru dan menyatakan bahwa obsesi untuk mengambil swafoto dan mengunggahnya adalah cara untuk mendapatkan perhatian, mengurangi rasa rendah diri dan mengimbangi kurangnya keakraban dengan orang di sekitar.

Menurut seorang Psikolog klinis Elaine Ducharme, PhD., “Masalah sebenarnya bukan pada mengunggah swafoto, melainkan efek ketagihan yang ditimbulkan seperti banyak hal lain misalnya berjudi, minum-minuman keras dan bahkan seks. Ber-swafoto dalam jumlah yang berlebihan mengandung potensi yang sama”.

Sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Mental Health and Addiction mempelajari kebiasaan swafoto ratusan anak muda di sebuah Universitas di India. Mereka merasa ketika mengunggah swafoto dapat membangun citra individu dan menampilkan diri mereka dalam pose terbaik. Dr. Ramani Durvasula, seorang profesor psikologi di California State University Los Angeles kepada healthline.com, dia memperingatkan bahwa berbahaya jika setengah dari foto anda adalah selfie dan anda menggunakan filter atau perangkat tambahan lain untuk membuat diri anda terlihat lebih baik dari sebenarnya.

Selain menjadi indikasi bahwa anda sedang mencari perhatian dengan cara yang salah, mengunggah banyak swafoto mungkin dapat mengganggu teman anda, menurut sebuah studi di Inggris. “Hal ini dikarenakan orang-orang selain teman dan kerabat kurang senang dan tidak berhubungan baik dengan orang yang suka berbagi banyak swaofoto”, jelas Dr. David Houghton, penulis utama dari studi tersebut.

Jadi efek ketagihan yang ditimbulkan dari seringnya mengunggah selfie-lah yang dapat menjadi bahaya bagi kesehatan mental. Terutama mental remaja yang masih labil dan inkonsisten, serta merasa insecure terhadap diri mereka yang menuntut untuk tampil sempurna secara fisik agar mendapat perhatian dari orang lain dan dianggap eksis. Ketika hal tersebut sering dilakukan maka bisa saja menjadi ketagihan dan menjadi orang yang narsistik.

Jika sudah begitu maka tidak akan mudah menyembuhkannya. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya jika anda mengontrol apa yang anda unggah di media sosial baik itu selfie atau bukan agar tidak berlebihan, karena bisa jadi unggahan tersebut dapat menjadi bumerang untuk diri sendiri. 

Fakhri Fajaram

Mahasiswa paruh waktu, siang kuliah, malam rebahan. Kuliah di Jurusan Pendidikan, berusaha melihat problematika dari perspektif pendidikan. Bisa menjadi pendengar yang baik, cocok buat jadi tempat curhat ukhti-ukhti. Punya semboyan "a good listener will be a good speaker"

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic