MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Susah Payah Mehmed II Menaklukkan Konstantinopel

Susah Payah Mehmed II Menaklukkan Konstantinopel
Add Comments
30/05/20


   Konstantinopel ditaklukkan oleh Kesultanan Utsmaniyyah pada 29 Mei 1453 di bawah pimpinan pemuda berusia 21 tahun yang bernama Sultan Muhammad Al-Fatih (Mehmed II). Pasukan Turki Utsmani akhirnya berhasil menguasai Konstantinopel sejak dimulainya pengepungan pada 6 April sampai 29 Mei 1453.

Konstantinopel yang merupakan ibu kota Romawi Timur tersebut tercatat dalam sejarah sudah beberapa kali coba ditaklukkan oleh Khilafah Umayyah, pasukan Persia, pasukan Russia, dan lain-lain. Namun, benteng pertahanan kota masih tetap berdiri kokoh. Hal ini karena benteng Konstantinopel dikelilingi oleh lautan, sehingga sangat sulit untuk ditaklukkan.

Akan tetapi, di balik suksesnya menaklukkan Konstantinopel. Mehmed II juga beberapa kali gagal dan harus memutar otak kembali. Di sisi lain, Constantin XI sebagai Kaisar Byzantium juga harus mati-matian membangkitkan moral pasukannya. Jika ditelisik lebih dalam, ada banyak strategi militer yang dirancang oleh Mehmed II yang sangat memengaruhi ditaklukkannya Konstantinopel.
The Ottoman Cannon Basilica | Illustration by Angus McBride
Meriam penghancur
Sang Sultan sadar, untuk menaklukkan benteng kokoh harus dilengkapi dengan infrastruktur perang canggih dan disipakan jauh-jauh hari. Karena itu, ia menyiapkan meriam yang ampuh. Pada 1452 di Edirne, Sultan kedatangan tamu orang Hungaria dari Konstantinopel. Pria Hungaria yang bernama Orban tersebut diketahui ternyata seorang ahli meriam.

Hal ini akan membantu Mehmed II dalam memproduksi meriam yang ampuh untuk menghancurkan benteng kota. Sultan pun bertanya kepadanya apakah ia sanggup membuat meriam raksasa yang mampu melontarkan batu besar. 

Dikutip dari buku 1453: Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim (2011), karya Roger Crowley, Orban menyanggupi permintaan Sang Sultan dengan berkata, "Jika Yang Mulia berkenan, hamba dapat membuat sebuah meriam perunggu dengan kemampuan melontarkan batu sebesar yang Anda mau tadi. Saya telah menelaah tembok kota secara rinci. Jangankan tembok kota ini, tembok kota Babilonia pun dapat diporak-porandakan jadi debu oleh batu-batu dari meriam buatan saya..." (hlm. 116).

Meriam yang dirancang untuk menghancurkan tembok Konstantinopel memiliki ukuran panjang 8 meter dengan berat 16,8 ton dan berdiameter 750 mm. Meriam ini memiliki kemampuan melontarkan peluru bola dari batu dengan diameter 63 cm sampai sejauh 2 km. Meriam yang disebut orang Yunani sebagai "Basilica" ini bakal menjadi alat sentral Mehmed II untuk menembus tebalnya benteng kota.

Meriam yang telah jadi diletakkan ke atas sejumlah kereta yang dirangkai satu sama lain dan ditarik 60 ekor sapi serta 200 prajurit. Meriam raksasa ini merangkak pelan menuju tembok kota Konstantinopel dengan kecepatan dua atau satu setengah mil per hari (Roger Crowley, 2011:121).

Tepat pada 6 April 1453, Mehmed II sampai di depan benteng Konstantinopel bersama pasukan infanteri, prajurit kavaleri, pasukan elit Janissary, serta tak lupa ditambah dengan alat-alat tempur mereka. Meriam-meriam sampai di depan benteng Konstantinopel setelah bergerak dari Adrianopolis dalam waktu dua bulan. Meriam-meriam berikutnya terutama Meriam Orban datang kemudian.

Sedangkan di sisi lain, Kaisar Constantine bersama pasukannya berjumlah sekitar 8.000 orang akan mempertahankan benteng kota yang panjangnya 20 mil. Kaisar juga memerintahkan untuk memasang rantai besar sepanjang 4 mil di sekitar Golden Horn, dengan dijaga oleh armada kapal Byzantium untuk melindungi rantai penghadang tersebut (Roger Crowley, 2011: 133-134).
Strategi 'gila' Mehmed II untuk menembus Golden Horn | Doc. image by materiaislamica
Melayarkan kapal tanpa lautan
Armada laut Utsmani masih kesulitan dalam menembus rantai-rantai besi raksasa yang ada di sekitar Golden Horn atau Teluk Tanduk Emas. Mehmed II akhirnya harus meracik strategi hingga muncul suatu ide yang tak pernah terbayangkan oleh siapa pun sebelumnya. Ide itu adalah memindahkan kapal perangnya lewat daratan perbukitan untuk melewati rantai besi yang jadi penghalang.

Peristiwa menakjubkan ini dilakukan di malam hari, ketika pasukan Byzantium dalam keadaan lengah. Rachmad Abdullah dalam bukunya Tinta Emas Sejarah (2017) menuliskan, kapal-kapal perang milik Utsmani tidak terlalu besar sehingga bobotnya cukup ringan. Kapal-kapal perang ini ditarik di atas daratan dengan tali-tali oleh pasukan dalam jumlah besar.

Sebanyak 70 kapal perang dientaskan dari perairan Selat Bosphorus ke daratan di atas- papan-papan kayu licin, lalu digerakkan naik ke atas perbukitan oleh dorongan dan tarikan pasukan Utsmani hingga sampai di pelabuhan Tanduk Emas. Jarak antara Selat Bosphorus hingga Tanduk Emas sekitar 3 mil. Semua itu dilakukan hanya dalam waktu satu malam (hlm. 359).

Pada 22 April 1453 di waktu subuh, penduduk dan pasukan Byzantium dikejutkan dengan gema takbir dan genderang perang yang ditabuh bertalu-talu. Mereka lebih terkejut lagi ketika melihat konvoi armada laut Utsmani yang telah menguasai Konstantinopel. Saat itu, tidak ada lagi penghalang antara Pasukan Utsmani dan Byzantium.
Benteng kayu raksasa | Illustration by Jose Daniel Cabrera - INPRNT
Benteng bergerak dari kayu 
Upaya pembebasan Konstantinopel masih terus berlanjut. Sang Sultan meracik strategi brilian dengan memerintahkan pasukkannya untuk membuat benten dari kayu yang bisa bergerak. Benteng ini terdiri dari tiga tingkat yang tingginya melebihi benteng Konstantinopel. Benteng tersebut dilapisi tameng perisai dan kulit yang dibasahi dengan air agar tidak mudah terbakar (Rachmad Abdullah, 2017:362).

Pasukan Byzantium memberikan perlawanan dengan menyiramkan benteng kayu itu dengan api. Hal ini mengakibatkan pasukan yang ada di dalamnya juga ikut terbakar bersama kobaran api yang juga menyambar benteng Konstantinopel. Perjuangan Mehmed II tak kenal lelah, ia memerintahkan pasukannya untuk melipatgandakan benteng kayu sebanyak empat buah esok hari.

Di waktu yang bersamaan, meriam-meriam Utsmani makin gencar-gencarnya menembakkan peluru ke benteng kota yang mengakibatkan semakin banyaknya benteng yang telah menjadi puing-puing. Parit-parit dipenuhi reruntuhan yang berserakan. Kesempatan untuk menaklukkan kota Konstantinopel menjadi sangat terbuka.

Singkatnya pada 29 Mei 1543, Mehmed II memerintahkan melakukan penyerangan habis-habisan di darat dan laut. Sebelumnya, Sultan sudah mencoba jalur damai dengan berkali-kali mengirim surat kepada Kaisar untuk menyerahkan kota Konstantinopel dengan menjamin keamanan kota dan penduduknya, namun usul dari Sultan ditolaknya. 

Serangan masif dan agresif yang dilancarkan pasukan Utsmani membuat pasukan Byzantium sibuk di berbagai medan perang. Namun tiba-tiba, Sultan memerintahkan menarik diri dengan tujuan untuk mengistirahatkan meriam-meriam sampai dapat dioperasikan kembali. Tatkala meriam-meriam sudah dingin, datang serangan mendadak dari pasukan Inkisyariyah (Janissary) yang dipimpin Sultan.

Sebagaimana dituliskan oleh Ali Muhammad As-Shallabi dalam bukunya Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah (2003), tiga puluh di antara mereka (pasukan Inkisyariyah) mampu memanjat benteng lawan sehingga membuat pasukan Byzantium terkejut (hlm. 127).

Melalui persitiwa tersebut menjadi titik awal pasukan Utsmani untuk memasuki kota. Panji-panji Utsmani pun sudah ditancapkan di benteng-benteng kota. Melihat hal tersebut, Kaisar Constantine yakin Konstantinopel tak dapat lagi dipertahankan. Oleh sebab itu ia melepaskan pakaian perangnya agar tak dikenal dan bertempur hingga ia terbunuh. Akhirnya kemenangan mutlak sudah dicapai pasukan Utsmani. 

Hamid Auni

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic