MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Tewasnya Jenderal Kohler Membuat Agresi Belanda ke Aceh Gagal

Tewasnya Jenderal Kohler Membuat Agresi Belanda ke Aceh Gagal
Add Comments
17/04/20


   Belanda dengan segala cara sudah mempersiapkan dengan matang untuk menyerang Aceh. Mereka  semakin mantap untuk menyerang wilayah tersebut setelah surat yang mereka kirimkan untuk Kesultanan Aceh ditolak mentah-mentah, Kesultanan Aceh surat tersebut karena berisi perintah untuk tunduk patuh kepada pemerintahan Hindia Belanda.

Kerajaan mana yang mau wilayahnya dianeksasi secara paksa? Kesultanan Aceh tentu saja akan mempertahanka daerah kekuasannya, mereka paham bahwa genderang perang akan segera ditabuh. Untuk itu, mereka mempersiapkan benteng pertahanan lengkap dengan pasukan, meriam, dan alat-alat perang lainnya.

Setelah mengumumkan perang kepada Kesultanan Aceh pada 26 Maret 1973, Belanda langsung mempersiapkan kekuatan militernya dan siap-siap menuju seberang pantai di Aceh. Dalam buku Catatan Pinggir Sejarah Aceh: Perdagangan, Diplomasi, dan Perjuangan Rakyat (2013) yang ditulis oleh M. Dien Madjid, Belanda mulai meliuk-liuk di Pantai Aceh dengan kekuatan armada laut sebanyak 6 kapal uap, 2 kapal angkatan laut, 5 kapal barkas, 8 kapal peronda, 6 kapal pengangkut, 5 kapal layar, dan sebuah kapal komando (hlm. 191).

Akhirnya tepat pada 8 April 1873, konvoi armada laut pasukan KNIL (pasukan tentara Kerajaan Hindia Belanda) mendarat di Pantai Ceureumen dan segera membentuk formasi perang. Pasukan KNIL berkekuatan 168 perwira yang membawahi  3.198 pasukan dan dipimpin langsung oleh Mayor Jenderal Johan  Harmen Rudolf Kohler (hlm. 191-192).

Perang pun pecah, walaupun pasukan KNIL sudah sampai di dekat masjid Baiturrahman, pasukan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Syah dan Panglima Polim tetap memberikan perlawan sengit kepada pasukan KNIL hingga puncaknya pada 14 April 1973, pemimpin pasukan mereka, Jenderal Kohler, tewas ditembak oleh sniper prajurit Aceh di dekat pohon Masjid Baiturrahman.

Pohon yang menjadi saksi sejarah tempat kematian Jenderal Kohler tersebut dinamakan Kohler boom yang berarti pohon Kohler. Kematian Jenderal Kohler membuat pasukan Belanda tidak ada pilihan lain selain mundur kembali ke Batavia. Pasukan Belanda mengalami kerugian yang sangat besar dalam hal ini.

Hamid A.

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic