MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Mengapa "Bad Boys" Mampu Menawan Hati Banyak Wanita?

Mengapa "Bad Boys" Mampu Menawan Hati Banyak Wanita?
Add Comments
20/03/20


   Hakikat diciptakannya laki-laki dan perempuan adalah agar mereka saling berpasang-pasangan hingga dapat melajutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Setiap individu pasti memiliki kriterianya masing-masing yang dijadikan standar untuk memilih pasangan hidup. Oleh karena itu, ketertarikan antara satu orang dengan yang lainnya ada berbagai macam sebab.

Dari awalnya mulai tertarik, akhirnya menuju fase mencintai. Baik laki-laki maupun perempuan tentu harus memperjuangkan cintanya. Akan tetapi, pada awal fase hendak memulai hubungan, laki-laki pada umumnya akan berjuang sekuat tenaga demi mendapatkan cintanya. Namun jika gagal, tahap terakhir yang harus diterima ialah merelakan. Sebab, cinta tak dapat dipaksakan dan masing-masing wanita pula punya kriterianya sendiri.

Mungkin, banyak laki-laki yang mengeluh bahwasanya ia sudah bersikap baik, penuh perhatian, dan bahkan siap memberikan segalanya selama mendapatkan cinta dari sang kekasih. Namun tetap saja sia-sia. Lalu, sejurus kemudian merasa heran saat melihat wanita incarannya mau menerima laki-laki dengan tipe bad boys. Timbul pertanyaan, apa yang sebenarnya yang diinginkan wanita?.

Sigmund Freud yang merupakan seorang pakar ilmu kejiwaan pun tak bisa menjawab pertanyaan itu. Seorang psikiater sekaligus pendiri aliran psikoanalisis tersebut pernah berkata, "Pertanyaan besar yang tidak dapat saya jawab meskipun saya mempelajari jiwa wanita selama tiga puluh tahun ialah: Apa yang diinginkan wanita?".

Tak jarang, karakterologi bad boys atau yang berarti pria nakal banyak diceritakan di novel-novel sebagai pria yang terbilang sukses memikat hati banyak wanita, sehingga novel banyak peminatnya dan laris di pasaran. Memang, tidak semua wanita menyukai tipe pria seperti ini, tetapi setidaknya ada penjelasan mengenai penyebab wanita cenderung lebih tertarik dengan bad boys

Karakteristik
Bad boy biasanya digambarkan dengan penampilan modis, memiliki sorotan mata yang tajam, raut muka yang congkak, macho, serta didukung pula dengan sifat pemberontak, berani, percaya diri, dan dominan. Ciri-ciri tersebut memberikan penegasan sebagai kepribadian yang kuat yang menunjukkan bahwa mereka tidak dapat diperintah oleh siapa pun.

Selain itu, berdasarkan studi dari Harvard University yang dilakukan oleh Edward Hogan (2011), dengan judul "Exceeding the Threshold: Why Woman Prefer Bad boys", di dalamnya dijelaskan mengenai kapasitas ekonomi, status sosial, ambisi, kesehatan yang baik, dan kekuatan semuanya selaras dengan sumber daya unggul bad boy. Dari poin-poin tersebut, satu hal yang membuat bad boy menarik ialah mereka dapat menawarkan perlindungan kepada wanita dari bahaya yang mengancam.

Lelaki tipe bad boy cenderung lebih suka berpetualang seperti mengeksplorasi tempat-tempat wisata baru bersama teman-temannya. Jika menjadi kekasihnya, aktivitas semacam ini tentu menyenangan karena mereka punya cara tersendiri untuk menikmati waktu kencan bersama-sama. Hal ini akan menjadi pengalaman yang berkesan bagi wanita.

Bad boy yang kaya akan pengalaman asmara tentu tidak terlalu sulit untuk menaklukkan hati wanita, berbagai macam cara beserta jurus gombalannya ditempuh untuk mendapatkan wanita incarannya. Kepercayaan diri tinggi yang dimiliki tentu sangat membantu, karena kepribadian mereka yang ekstrovert biasanya mudah bergaul dan mampu mencairkan suasana.

Sosok liar dengan tingkah laku yang sulit diprediksi membuat bad boy memiliki daya tarik tersendiri di mata wanita. Wanita yang jadi incarannya pasti tidak menyangka kejutan-kejutan yang diberikan oleh mereka. Secara tidak langsung membuat wanita itu sendiri berpikir kejutan apalagi yang akan dibuat olehnya?. Sikap romantis tersebut tentu akan membuat hati wanita berbunga-bunga.

Sikapnya yang misterius membuat wanita merasa tertantang untuk kenal lebih dekat dengan bad boy. Hal semacam itulah yang sebenarnya disukai wanita karena mereka memiliki karisma atau pesona yang tidak dimiliki oleh lelaki biasanya, bukan hanya karena mereka dilabeli sebagai lelaki "buruk".

Dipengaruhi oleh hormon wanita
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Krisna Durante, asisten profesor pemasaran di Universitas Texas di San Antonio's College of Business yang diterbitkan di dalam Journal of Sociality and Social Psychology, ia menemukan fakta bahwa hormon yang terkait dengan ovulasi (proses siklus menstruasi) memengaruhi persepsi wanita dalam memilih pria sebagai calon ayah kelak.

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan dalam minggu dekat ovulasi, wanita menjadi tertarik pada pria macho, pemberontak, dan ganteng seperti George Clooney atau James Bond," ujar Durante seperti yang dikutip dari Science Daily.

Dalam studi pertama, wanita melihat profil kencan online berbagai macam pria selama periode kesuburan tinggi dan rendah. Peserta diminta untuk menunjukkan kontribusi tugas ayah yang diharapkan dari laki-laki jika mereka memiliki anak bersama-sama berdasarkan pekerjaan rumah tangga seperti membantu merawat bayi, belanja makanan, memasak, dan lain-lain.

Hampir masa ovulasi wanita berpikir bahwa pria macho akan berkontribusi lebih banyak untuk tugas rumah tangga. "Di bawah pengaruh hormon ovulasi, wanita menipu diri mereka dengan berpikir bahwa lelaki tipe bad boy akan menjadi pasangan yang setia dan ayah yang lebih baik," ujar Durante.

Berupaya ingin mengubah
Banyak wanita percaya bahwa di balik pribadi bad boy ada sisi lelaki baik yang bisa dikeluarkan. Itulah mengapa wanita ingin mengubah sifat bad boy menjadi nice guy, berusaha sekuat tenaga mencari setiap kesempatan kiranya. Namun, kenyataannya gagasan bahwa wanita dapat mereformasi bad boy sangat jarang berhasil.

Kesalahan terbesar yang dilakukan wanita setelah jatuh cinta dengan bad boy adalah percaya bahwa mereka benar-benar dapat mengubahnya. Seseorang hanya akan bisa berubah karena kemauannya sendiri. Ketidakberhasilan mengubah sifat bad boy akhirnya membuat wanita itu menyakiti diri sendiri, dan malah mengeluarkan kalimat lelucon, "Semua laki-laki sama saja".

Apa yang wanita inginkan adalah benar-benar bertentangan dengan apa yang sebenarnya mereka inginkan (Edward Hogan:2011). Karena itulah banyak wanita mengaku menginginkan tipe pria yang baik, namun kenyataannya tidak sedikit pula yang jauh dari apa yang diucapkannya. Sehingga premis yang muncul ialah hanya wanita sendiri yang tahu apa yang sebenarnya diinginkan.

Hamid A.

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic