MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Legend of Cendrawasih Birds, Game Lokal yang Mengadopsi Cerita Rakyat

Legend of Cendrawasih Birds, Game Lokal yang Mengadopsi Cerita Rakyat
Add Comments
23/03/20


   Game yang mengadopsi cerita atau budaya lokal Indonesia memiliki sisi menariknya tersendiri, karena, jalan cerita dari game tersebut tidak hanya sekadar hasil fantasi pihak developer, tetapi juga mengandung nilai kekayaan budaya, sehingga hal tersebut akan menambah pengetahuan baru bagi para pemain. Cerita rakyat merupakan salah satu indikator kekayaan budaya Indonesia. 

Di seberang timur sana, terdapat burung yang sangat cantik, Cendrawasih namanya. "Burung Surga" yang berasal dari Papua tersebut bukan sekedar burung biasa, namun dibaliknya memiliki kisah yang terkenal di masyarakat setempat. Oleh karena itulah developer game asal Bali bernama Dev.ata Game Studio terinspirasi untuk membuat game dari cerita rakyat tersebut.

Nama game-nya ialah "Legend of Cendrawasih Birds". Mengenai sisi jalan cerita, tidak banyak perbedaan antara yang ada di dalam game dengan cerita aslinya. "Ceritanya mirip dengan cerita legenda burung Cendrawasih cerita anak-anak, " ujar Kusuma Putra selaku sang developer saat kami hubungi via Whatsapp.

Berdasarkan kisah yang sudah turun-temurun, burung Cendrawasih merupakan jelmaan dari seorang anak laki-laki bernama Kweiya. Sama dengan cerita aslinya. pihak Dev.ata pun tetap menjadikan Kweiya sebagai karakter utama game besutan mereka. Namun jelas tentu ada sedikit perbedaan hasil dari variasi kreativitas tim Dev.ata.
Doc.image by Dev.ata
Kweiya harus berpetualang menjelajahi beberapa tempat yang diceritakan di Papua dan didukung dengan nuansa fantasi, selain itu Kweiya juga harus melawan beberapa monster, seperti yang diungkapkan oleh Kusuma Putra, "Ada unsur fantasinya gitu, dengan modifikasi sedikit melawan monster khas Indonesia."
Doc. image by Dev.ata
Game yang diracik dengan menggunakan mesin Unreal Engine ini bergenre action, adventure, hack and slash. Pemain nantinya juga harus melewati rintangan puzzle dan obstacle untuk mencapai tahap selanjutnya. Pihak developer sendiri membocorkan sedikit tentang musuh yang akan dihadapi oleh Kweiya "Musuh pertama Suanggi (makhluk mitologi khas Papua), musuh akhir naga," kata Kusuma menambahkan.

Game Legend of Cendrawasih Birds dikembangkan sejak September 2019, dan pernah mendapatkan medali emas juara 1 kontes game Gemastik 2019 yang diadakan oleh Universitas Telkom, Bandung. Hal ini menjadi modal awal yang bagus buat tim Dev.ata untuk terus mengikuti ajang perlombaan game berikutnya sampai game-nya dirilis.

Game ini kabarnya akan diluncurkan di Steam-PC. Namun saat ditanya soal kapan akan dirilis trailer game-nya, Kusuma mengatakan, "Segera, masih build level design dulu sampai selesai". Berdasarkan penelusuran kami, hingga saat ini tim Dev.ata belum memiliki website-nya sendiri. Tetapi mereka terus memberikan kabar terbaru perkembangan game-nya melalui laman instagram mereka.

Hamid A.

Seorang mahasiswa biasa yang hidup di tanah perantauan demi tugas yang mulia yaitu mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Membaca dan menulis adalah hal yang biasanya aku lakukan ketika waktu luang.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic