MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Penyebab Seorang Pria Dapat Berubah Menjadi Playboy

Penyebab Seorang Pria Dapat Berubah Menjadi Playboy
Add Comments
09/02/20


   Cinta pada hakikatnya mengikat dua insan menjadi satu dalam ikatan tali kasih sayang. Seperti yang pernah dikatakan oleh Erich Fromm, "Dalam cinta, terjadi paradoks bahwa dua makhluk menjadi satu namun tetap saja dua". Cinta memang sangat mempengaruhi faktor psikologis seseorang, karena itu pula, seiring berjalannya waktu cinta dapat membuat seseorang bertransformasi menjadi karakter baru, berbeda dari yang dahulu.

Secara sadar ataupun tidak, perubahan karakter sang pencinta sangat berpengaruh pada tabiatnya dalam menjalani kehidupan. Perubahan karakter tersebut dapat mengalami peningkatan menjadi lebih baik, namun bisa pula tendensius negatif. Semua itu tergantung kondisi yang dialami setiap orang, apakah dengan mencintai sang kekasih mendatangkan manfaat besar baginya, atau malah membuat keadaannya terpuruk, karena kecewa misalnya.

Karakter seseorang dapat berubah diakibatkan karena suatu peristiwa yang sangat membekas dalam dirinya. Dikutip dari Science Daily, seorang psikolog dari University of California bernama Bleidorn menemukan fakta bahwa kepribadian seseorang dapat berubah karena adanya peristiwa kehidupan. Di fase-fase perkembangan pada rentang kehidupan seseorang, hanya peristiwa yang berarti atau intens yang akan berdampak pada perubahan pikiran dan perilaku seseorang.

Peristiwa-peristiwa yang memiliki arti tersebut salah satunya ialah bisa saja karena putus cinta. Peristiwa intens seperti itu memberikan efek yang panjang dalam proses perubahan kepribadian. Seperti halnya seorang laki-laki yang dikonotasikan sebagai seorang Playboy, secara umum, banyak orang beranggapan bahwa laki-laki yang playboy merupakan karakter yang dibenci karena merugikan banyak orang, seperti dianggap sering memainkan perasaan wanita, perebut kekasih orang lain, dan sebagainya. Namun, apabila ditelisik lebih dalam, setiap karakter tidak dapat terjadi begitu saja, pasti dipengaruhi oleh berbagai hal.

Misoginis
Seorang laki-laki menjadi playboy salah satu penyebabnya karena latar belakang dia yang merupakan seorang misoginis. Misoginis merupakan sebutan untuk seseorang yang membenci wanita. Salah satu faktor yang membuat seorang pria menjadi misoginis ialah karena pengalaman buruk masa lalu yang berkaitan dengan wanita. Mungkin dahulu ia sangat mencintai wanita dan sangat memercayainya bahwa kekasihnya itu dapat memegang komitmen untuk selalu bersama.

Namun, wanita yang dulu sangat dicintainya pergi meninggalkannya karena suatu hal. Akibatnya efek pertama yang ditimbulkan ialah sakit hati yang sangat mendalam, lalu seolah menjelma menjadi 'filsuf' dengan penafsirannya bahwa wanita itu kejam, ingin selalu dituruti kemauannya, ingin selalu dimengerti, dan segala macam pikiran liar yang berkembang. Pada akhirnya, berawal dari rasa sakit hati, timbul kemudian rasa ingin balas dendam kepada wanita lain.

Saat mulai melakukan pendekatan dengan seorang wanita, ia pada awalnya bersikap lemah lembut, penuh pengertian, karismatik, dan sikap-sikap manis lainnya yang ditujukan kepada calon 'target' supaya dapat menerimanya. Namun berjalannya waktu, ketika berhasil mendapatkan wanita yang diinginkan, ia mulai bersikap manipulatif dengan berupaya agar wanita tersebut dalam kendali penuh dirinya. Tujuannya cuman satu, supaya wanita merasakan apa yang pernah ia rasakan yaitu berada di titik kesengsaraan yang pernah dilaluinya.

Materialistis
Kemewahan yang dimiliki tak jarang membuat seseorang menjadi sombong dengan berperilaku seenaknya. Seorang anak muda yang lahir dari keluarga yang kaya, ditambah dengan penampilan yang menarik pula terkadang membuatnya ingin mendapatkan segalanya yang diinginkan, termasuk wanita. Dengan modal harta yang dimiliki, ia bisa seenaknya bergonta-ganti pasangan, belum lagi didukung dengan sifat alamiahnya yang mudah bosan.

Menghabiskan waktu dengan banyak wanita adalah kesenangan tersendiri, ibarat hilang satu tumbuh seribu adalah isitlah yang tepat untuk hal ini. Orang dengan jenis seperti ini tidak ambil pusing ketika putus hubungan dengan sang kekasih, karena masih banyak wanita yang dijadikan 'simpanan' yang dapat mengisi hatinya kembali. Harta memang dapat membuat banyak wanita tertarik, ia pun pasti sadar akan hal itu.

Mencari eksistensi
Sebagian besar orang tentu akan senang saat dipuji. Namun, lain halnya apabila memiliki obsesi untuk terus dipuji secara berlebihan. Dengan mengencani banyak wanita, mungkin sebagian pria akan mendapat pengakuan dari teman-temannya bahwa dirinya merupakan kunci multifungsi yang dapat membuka pintu hati banyak wanita.

Seseorang yang memiliki kecenderungan untuk terus mencari eksistensi dapat digolongkan sebagai kepribadian yang narsistik. Narsistik merupakan gangguan kepribadian yang menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi. Ketika ia merasa memiliki suatu pencapaian yang luar biasa, maka otomatis rasa bangga yang berlebihan tercipta.

Seorang narsistik dapat disebabkan oleh pola asuh orang tuanya yang terlalu memanjakan dirinya, serta tuntutan bahwa ia harus bisa segala hal agar diakui kehebatannya oleh banyak orang. Dengan begitu, ia memiliki pandangan bahwa pria sejati ialah yang dapat menaklukkan hati banyak wanita. Bisa juga karena kurangnya perhatian dari orang tua yang membuat dia mencari kasih sayang dengan berhubungan dengan banyak wanita dalam satu waktu.

Dengan mengetahui latar belakang laki-laki yang berorientasi playboy bukan berarti mendukungnya untuk tetap menjadi karakter yang banyak dibenci oleh banyak orang dengan dalih bahwa setiap karakter itu unik, akan tetapi menjadi paham mengenai penyebab pembentukan karakter seseorang. Karakter yang sudah lama dibentuk dari kecil selama bertahun-tahun akan sulit diubah, misalnya dari kecil sudah memiliki obsesi untuk terus dipuji maka kemudian dalam fase perkembangan hidupnya akan terus selalu mencari pengakuan.

Karakter yang melekat dalam diri seseorang yang sudah lama terbentuk dapat pula berubah secara instan karena suatu peristiwa yang sangat berkesan di hatinya. Cinta memang memiliki beragam arti dalam kehidupan, termasuk juga memiliki arti buruk jika tidak digunakan secara bijak maka cinta tersebut akan 'membinasakan' orang yang dihinggapinya.

Apapun alasannya, mencari kesenangan dengan menjadikan hati orang lain sebagai tumbal tetap tidak dibenarkan, seolah-olah hanya ada satu jalan mengisi ruang kebahagiaan. Lelaki dengan jenis seperti inilah yang merusak kemurnian cinta. Menggunakan nama cinta sebagai tameng untuk menuruti hawa nafsunya. Diakui atau tidak, para playboy memang sangat ahli dalam memikat hati para wanita. Namun, seakan tidak peduli terhadap nasib lelaki lain yang turut menjadi korban.

Hamid Auni

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic