MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Memahami Keadaan Mengapa Orang yang Jatuh Cinta Sulit Dinasihati

Memahami Keadaan Mengapa Orang yang Jatuh Cinta Sulit Dinasihati
Add Comments
28/01/20


   Salah satu fase yang sangat membahagiakan adalah perihal mencintai, apalagi orang yang dicintai punya perasaan yang sama pula. Motif yang membuat seseorang jatuh cinta pun ada banyak penyebabnya, ada yang karena ketertarikan fisik, ada yang melihat dari sisi "inner beauty", dan ada pula yang mempertimbangkan keduanya. Cinta yang dialami seseorang pun berbeda, ada yang butuh waktu untuk tumbuh, dan ada juga datang secara instan pada pandangan pertama.

Dalam banyak hal, tabiat laki-laki ialah mengejar wanita yang dicintainya. Untuk mendapatkan cinta dari calon pasangan, sudah semestinya melakukan pengorbanan sekuat tenaga agar harapan yang dibangun dapat tercapai, yaitu memiliki hubungan timbal balik ikatan kasih sayang. Jatuh cinta memang dapat memberikan efek semangat hingga terciptanya rasa bahagia, namun lain halnya apabila cinta tersebut tak terbalas, maka akan mendapatkan efek yang sebaliknya.

Seorang lelaki yang berjuang demi mendapatkan cintanya pasti memiliki harapan yang tinggi untuk membuatnya tetap semangat. Ia segera ingin mengisi kekosongan hati, dan pada saat itu pula ia menemukan wanita yang dirasa cocok menurut perkiraannya. Di sisi lain, orang yang telah membangun asmara dengan sang kekasih akan berupaya untuk tetap mempertahankan cintanya, walaupun hubungannya dengan sang kekasih retak, ia tetap berupaya mengokohkannya kembali supaya cinta itu tetap serasi.

Jiwa pencinta
Orang yang sedang jatuh cinta terkadang tidak lagi memedulikan dirinya, mereka seolah menjadi jiwa pencinta yang sudah tidak memikirkan untung rugi yang dialami. Mereka hanya memikirkan kekasih yang bersinggasana di hati, walaupun orang yang dicintai tak pedulikan keadaan dirinya. Oleh karena itu, "Sesungguhnya hati seorang pencinta tidak punya tempat yang lapang, kecuali bagi orang yang dicintainya," demikian kata Ibnu Qayyim Al-Jauzy.

Seorang pencinta yang sudah tidak memperhatikan dirinya bisa diibaratkan kepada seseorang yang rela menikmati obat yang rasanya pahit dengan harapan dapat menyembuhkan dirinya. Begitu pula cinta yang selama ini diperjuangkan; rela menahan sakit hati, pengorbanan tenaga, waktu, dan segala hal lain yang memberatkan dirinya akan terasa nikmat selama mendapatkan cinta dari sang kekasih.

Karenanya, tak jarang ditemukan bahwa orang yang sedang jatuh cinta cenderung sulit untuk dinasihati, pikirannya hanya terpaut orang yang dicintai, bahkan sampai menyesengsarakan dirinya sendiri. Ungkapan cinta dapat membuat seseorang buta dan tuli ialah hal yang tepat. Cinta kerap memperdaya orang yang sedang dimabuk cinta, karena kekuatan pesona orang yang dicintai begitu besar, hatinya telah tertawan.

Seorang budayawan, Sudjiwo Tedjo pernah berkata, "Pekerjaan yang paling sia-sia di muka bumi adalah menasihati orang yang sedang jatuh cinta". Mungkin memang ada benarnya, terlebih lagi pasti ada alasan yang mengakar kuat mengapa seseorang bisa mencintai kekasihnya itu. Sebagai teman yang baik, bahkan sebagai seorang sahabat tentunya melalaui cara yang persuasif, menunjukkan rasa simpati, dan bersikap empati adalah hal yang harus dilakukan demi memahami keadaan orang yang dimabuk cinta.

Menunjukkan sikap peduli
Alasan pentingnya memahami keadaan orang yang sedang jatuh cinta ialah supaya kita ikut mendalami persoalan lewat sudut pandang orang tersebut. Terkadang orang yang asal menasihati tanpa memahami emosional orang lain cenderung nasihatnya tidak akan didengar, pentingnya rasa empati berguna untuk memberi respon dan nasihat yang sesuai dengan permaslahan yang dialami.

Dengan begitu, jika menasihatinya dengan cara yang baik, maka akan tersampaikan dengan baik pula, begitu juga sebaliknya walapun substansi penyampaian itu dengan maksud baik, akan tetapi caranya kurang baik tetap saja orang yang dinasihati akan kurang menerima.

Seringkali, orang yang sedang jatuh cinta akan tetap berusaha mengejar cintanya, karena mereka melihat adanya peluang dan akan memanfaatkan peluang tersebut sekecil apapun. Bahkan sekalipun cintanya ditolak atau tak diterima lagi, seorang pencinta akan tetap mempertahankan usahanya untuk mendapatkan cinta sang kekasih. Hal ini lah yang membuat mereka mengabaikan kesehatan dirinya, waktu, dan tenaga yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain habis begitu saja demi mengejar cintanya.

Cinta bagaikan penyakit
Berawal dari obsesi yang tinggi untuk memiliki, lalu mengejar peluang yang ada, adalah urutan jalan yang ditempuh untuk menuju rasa bahagia yang bisa didapatkan melalui cinta dari sang kekasih. Jalaluddin Rumi pun seolah memahami keadaan para pejuang cinta dengan mengatakan, "Cinta adalah suatu penyakit, orang yang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan". Seiring cintanya tumbuh semakin kuat, maka semakin merasa ringan dan penuh kerelaan berkorban, seorang pencinta akan menganggap berkorban adalah suatu kewajiban.

Mengajaknya berpikir realistis sesuai keadaan memang hal yang sulit, karena pikirannya penuh akan imajinasi kebahagian bersama orang yang dicintai. Segala hal dilakukan untuk membuat dirinya menarik di mata sang kekasih. Karena itu banyak kasus orang yang sedang jatuh cinta bertingkah aneh, namun seolah tak disadari olehnya.

Orang yang sedang jatuh cinta cenderung lebih suka menyendiri, merenung meratapi kisah cintanya yang begitu rumit. Di saat seperti inilah sebenarnya orang terdekat hadir untuk memberikan dukungan semangat, menuntunnya kembali kepada keceriaan. Mereka butuh telinga untuk didengar, dan terkadang membutuhkan pendapat atas permasalahannya.

Makna cinta sejati
Saat mereka dalam tahap menyendiri adalah situasi yang tepat untuk berdiskusi ringan dengan mereka demi menemukan solusi yang terbaik. Orang yang mengaku sedang mencintai seseorang seharusnya merenungi kembali, apakah hal yang dirasakannya itu benar-benar cinta, sekadar kagum, atau hal yang lain. Sebab Erich Fromm, seorang filsuf Jerman pernah berkata, "Love is an activity, not a passive affect; it is a standing in, not a falling for".

Fromm seakan mencoba menjelaskan bahwa cinta ialah aktivitas, bukan memberikan sebuah efek pasif, diam menyerahkan begitu saja. Karakter pencinta itu aktif memberi, bukan meminta. Lebih dari itu Fromm menganggap cinta itu 'dibangun' bukan hanya sekadar 'jatuh'. Coba dipikirkan lagi, apakah jangan-jangan yang selama ini dianggap sebuah cinta itu hanya bertahan sementara.

Berdasarkan untaian kalimat dari Fromm tadi, cinta semestinya melalui beberapa tahapan proses dalam upaya membangun pondasi, sehingga punya alasan mengapa kita bisa mencintai seseorang. Yang membedakannya dengan kekaguman ialah jika cinta maka kita telah mengenal lebih dalam orang yang akan dicintai sehingga tahu kelebihan dan kekurangannya.

Sedangkan kekaguman itu belum mengenal seseorang lebih lama, dan hanya cenderung tampak sisi kelebihannya saja. Senada dengan hal tersebut, Khalil Gibran pun menafsirkan bahwa cinta ialah tidak hanya menerima kelebihannya saja, tetapi juga tentang menerima kekurangannya dengan berkata, "Cinta tumbuh bukan karena menemukan orang yang sempurna, melainkan kemampuan menerima kelemahan-kelemahan orang itu secara sempurna".

Katanya Ibnu Qayyim Al-Jauzy, "Menjadi bencana besar jika kau mencintai seseorang tetapi tak mendatangkan manfaat dan kebaikan sedikit pun kepadamu". Cinta seharusnya menghasilkan efek yang positif bukan malah melahirkan nestapa. Jika diibaratkan cinta itu ialah makanan bagi tubuh, maka jika meninggalkannya, tentu akan berbahaya bagi tubuh. Sebaliknya, jika terlalu banyak melahapnya, tentu akan membuat dirinya binasa.

Hamid A.

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic