MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Gaya Rambut Undercut: Dulu Dipolitisasi oleh Hitler, Kini Banyak Diminati

Gaya Rambut Undercut: Dulu Dipolitisasi oleh Hitler, Kini Banyak Diminati
Add Comments
22/01/20


   Potongan gaya rambut di dunia ini ada banyak sekali, tentu setiap laki-laki khususnya memilih gaya rambut sesuai dengan selera dan bentuk wajah mereka. Gaya rambut dipercaya dapat mempengaruhi daya tarik seseorang, apalagi didukung dengan mengenakan pakaian yang 'modis'. Beberapa gaya rambut memiliki sisi historis, undercut salah satunya. Undercut merupakan potongan gaya rambut dengan dipotong tipis di bagian samping, sedangkan pada bagian atas rambut dipotong sedikit-dibiarkan memanjang. 

Undercut sudah ada sejak era Edwardian, yaitu zaman kepemimpinan Raja Edward VII dari Inggris yang memerintah dari tahun 1901 sampai dengan 1910. Potongan rambut ini banyak digunakan oleh kaum pemuda pekerja kelas bawah sehingga undercut pada masa itu identik dengan simbol potongan rambut orang miskin. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan mereka untuk membayar tukang cukur yang lebih kompeten dalam menata gaya rambut.
Doc. photo by hairsthebling.com


Karena itu, golongan kelas bawah dapat menghemat uang mereka untuk kepentingan yang lain. Memangkas rambut dengan gaya undercut tidak memerlukan keahlian khusus, karena terlihat sederhana, yang penting sisi samping dan belakang rambut dibuat menipis. Prakstis dan ekonomis adalah dua alasan banyaknya kaum kelas pekerja menggunakan gaya rambut ini.

Tidak hanya digunakan oleh kaum buruh, gaya rambut ini digunakan pula oleh para genster jalanan yang berbasis di kota-kota industri Inggris, seperti Salford Scuttlers, Glasgow Neds, dan Brimigham's Peaky Blinders. Bukan tanpa alasan, mereka memilih gaya rambut undercut agar tidak menyulitkan mereka ketika terlibat perkelahian jalanan. 

Pada awal abad ke-20 tepatnya di Jerman, gaya rambut ini dikenal dengan nama "der insel haarschnitt" yang dalam bahasa Inggris berarti "the island cut", disebut dengan nama tersebut karena di sisi samping rambut dipotong tipis sehingga hasilnya tampak seperti sepetak tanah kecil yang dikelilingi air. Undercut menjadi semakin populer pasca meletusnya Perang Dunia ke-1.
Doc. photo by independent.co.uk
Melihat masifnya penggunaan undercut di kalangan kaum buruh pria membuat gaya rambut ini dijadikan alat politik oleh Hitler. Hitler melakukan pendekatan 'kultural' tersebut dengan maksud untuk menarik simpati kaum buruh. Partai Nazi yang dipimpinnya memang menyasar kaum buruh, pengangguran dan kaum kelas bawah lainnya, karena kondisi Jerman yang saat itu memang sedang mengalami ketimpangan ekonomi yang hebat akibat kalah dari Perang Dunia I.

Demi mengalahkan musuh politik terkuatnya yaitu Partai Komunis Jerman. Hitler melakukan berbagai macam gaya politik untuk meraih dukungan rakyat supaya jalan menuju kemenangan pada pemilu 1932 berjalan dengan mulus. Mulai dari rajin blusukan mendengarkan keluh kesah rakyat dengan menggunakan mobilnya, sampai mengadopsi undercut dilakukan olehnya agar terkesan menjadi bagian dari kaum buruh. 
Hitlerjugend Division | Doc. photo by historianet.fi
Karena pengaruh Hitler yang kuat, gaya rambut ini merambat ke organisasi otonom Nazi, yaitu Hitlerjugend (organisasi kepemudaan Hitler), Sturmabteilung (organisasi paramiliter Nazi), dan Schutzstaffel (kesatuan pengawal Hitler). Undercut pun yang awalnya hanya digunakan oleh kalangan buruh lambat laun bertransformasi menjadi identitas Nazi. 

Pomade dinilai sebagai pelengkap untuk membuat tampilan rambut undercut menjadi klimis. Akan tetapi, karena harga pomade yang mahal akibat dari krisis ekonomi pada saat itu membuat anggota Nazi dan simpatisannya yang kurang mampu secara ekonomi mengganti pomade dengan minyak lemak hewan dan sejenisnya untuk tetap bisa menata rambut mereka.

Pada 31 Juli 1932 di Jerman diadakan pemilu tingkat federal, setelah melalui proses penghitungan suara, dalam pemilu ini Nazi dinobatkan sebagai pemenang dengan perolehan suara terbanyak sebesar 37,4 % yang membuat Nazi mendapatkan 230 kursi di Reichstag, parlemen Jerman. Namun, Hitler masih belum puas dengan kemenangan tersebut, ia punya ambisi lebih besar untuk memimpin Jerman dengan mengisi jabatan strategis, yaitu sebagai Kanselir.

Doc. photo by thoughtco.com
Jalan panjang perjuangan Hitler akhirnya membuahkan hasil, segala macam strategi politik yang dilakukannya mencapai posisi yang ia inginkan. Hitler dipilih oleh Presiden Jerman yaitu Paul von Hindenburg untuk mengisi jabatan Kanselir, dan baru secara resmi dilantik pada 30 Januari 1933. Penunjukkan Hitler tersebut berdasarkan rekomendasi dari dua politikus berpengaruh yaitu Franz von Papen, Alfred Hugenberg dan sederet pebisnis lainnya. Hitler yang menduduki sebagai Kanselir baru mendapatkan dukungan oleh partai-partai sayap kanan.

Berjalannya waktu, Hitler dapat menguasai Jerman secara absolut dengan menyandang gelar "Fuhrer und Reichskanzler" yang berarti pemimpin dan Kanselir pada tanggal 2 Agustus 1934. Gelar yang menyatukan jabatan Presiden dan Kanselir tersebut dahului oleh beberapa peristiwa. Mulai dari melakukan beragam manuver politik yang semakin menguatkan kedudukan dirinya dan partainya, sampai pada hari di mana Hindenburg meninggal di umur 87 tahun pada 2 Agustus 1934. Saat itu pula Hitler langsung mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin tunggal.
Doc. photo by pinterest.com
Selain karena kemampuannya dalam berorasi, undercut bisa dibilang merupakan salah satu gaya politik yang sukses membuat nama Hitler menjadi kian tersohor, karena tampilan gaya rambutnya yang merepresentasi kaum buruh. Seiring dengan ia menjadi diktator tunggal, gaya rambut tersebut semakin mewabah ke kalangan wehrmacht (angkatan bersenjata Jerman).

Saat meletusnya Perang Dunia ke-2, mode undercut tetap banyak digunakan oleh kalangan pejabat pemerintahan dan para prajurit wehrmacht. Namun, setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2, undercut mulai kehilangan peminatnya, alasannya orang-orang tidak mau menggunakan gaya yang pernah melekat kepada Nazi-Jerman. 

Pada tahun 1980-an, undercut mulai bangkit kembali-banyak orang mulai menggunakannya lagi, namun tak bertahan lama, hingga kemunculannya lagi pada satu dekade kebelakang yaitu tepatnya pada tahun 2010. David Beckham adalah salah satu orang yang mulai mempopulerkan kembali gaya rambut klasik tersebut, sampai pada akhirnya diikuti oleh selebriti dan artis papan atas dunia. 
James Maddison, Football Player of Leicester City | Doc. photo by premierleague.com
Undercut memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Pada awal kemunculannya identik dengan potongan rambut orang miskin, kini seolah banyak orang tidak peduli sebab kemunculan gaya rambut tersebut, atau bahkan tidak tahu karena hanya mengikuti 'trend'. Terbukti, undercut merupakan potongan rambut masa kini yang kian digandrungi oleh berbagai kalangan, mulai dari pemain sepakbola, anak muda, dan yang lainnya. 

Barbershop pun semakin banyak yang bermunculan, dari kelas elit sampai yang biasa. Undercut merupakan gaya rambut yang paling laris dipilih karena banyak peminatnya, selain itu pula undercut dapat membuat penampilan semakin menawan dan rapi. Berjalannya waktu, undercut semakin berkembang variasi modelnya. 

Hamid A.

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic