MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Broken Heart Syndrome, Gejala yang Timbul Saat Putus Cinta

Broken Heart Syndrome, Gejala yang Timbul Saat Putus Cinta
Add Comments
24/11/19


   Kehilangan orang yang sangat dicintai memang menyakitkan, hubungan yang telah dirajut sedemikian lama kandas begitu saja. Padahal, banyak momentum kisah indah yang dilalui secara bersama-sama, namun di luar dugaan sampai pada satu kenyataan bahwa kenangan tersebut tidak akan terulang, dan hanya akan tetap eksis di dalam ingatan.
 
Rasa sedih, kecawa, dan beragam rasa lain yang tak bisa diutarakan bercampur jadi satu, hingga dampaknya sangat mempengaruhi suasana hati yang merasa tak nyaman untuk melakukan segala aktivitas. Tidak hanya mempengaruhi kesehatan psikis, tetapi juga berakibat pada kesehatan fisik.

Namun siapa sangka, masalah yang berawal dari putus cinta dapat berujung mengganggu kesehatan jantung. Hal tersebut di dalam dunia medis dikenal dengan istilah "Broken Heart Syndrome" (BHS) yang dalam bahasa Indonesia berarti "Sindrom Patah Hati". Sindrom tersebut merupakan serangan jantung dalam waktu sementara yang timbul akibat dari faktor psikologis.

BHS dapat menyerang siapa saja dan tidak kenal usia. Apabila seseorang mengalami situasi yang tertekan, lalu tiba-tiba seperti merasa sesak nafas, detak jantung tidak beraturan, dan tubuh merasa lemas kemungkinan besar terkena sindrom ini. Jantung seketika bereaksi terhadap munculnya lonjakan hormon stres ketika si penderita dihadapkan pada peristiwa yang sangat emosional.

Saat sindrom ini berlangsung, sebagian jantung tidak menjalankan fungsi pemompaan secara normal. Sedangkan bagian jantung yang lain bekerja dengan normal atau dengan kontraksi yang bahkan lebih kuat. Akhirnya, yang mulanya suasana hati sedang dalam keadaan bahagia berubah 180 derajat menjadi kesedihan yang sangat mendalam hingga menimbulkan reaksi jantung yang seperti itu.

Kondisi BHS memang tidak lama, dapat dipulihkan dalam waktu beberapa hari atau minggu, dan beresiko rendah untuk terjadi lagi. Namun, apabila keadaan terpuruk sampai berlarut-larut karena patah hati ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan masalah yang lebih serius seperti tekanan darah rendah (hipotensi), gagal jantung, bahkan bisa saja berujung pada kematian karena syok kardiogenik. Syok kardiogenik yaitu suatu kondisi di mana jantung yang tiba-tiba melemah tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Penanganan yang tepat adalah solusi untuk masalah ini, pengelolaan emosional dalam diri sangat penting untuk mencegah penyakit ini timbul lagi. Seseorang yang sedang mengalami masalah yang begitu berat perlu berpikir secara komprehensif dan memandang persoalan dari sudut pandang lain. Dukungan moral dari orang terdekat sangat penting, jangan ragu untuk bercerita. Bila perlu konsultasikan ke dokter atau ke psikolog.

Penyakit ini memang tidak hanya disebabkan oleh putus cinta saja, segala sesuatu yang berkaitan dengan tekanan emosional yang berat juga termasuk, seperti kehilangan orang tua, kehilangan anak, kehilangan kerabat, dipecat dari tempat kerja, ditimpa bencana alam, dan lain-lain. Namun umumnya yang seringkali diderita kaum muda ialah putus cinta, maka tak jarang penyakit BHS ini muncul.

Permasalahan hati memang kompleks, ikhlas melepas kepergian sang kekasih memang berat, namun bukan berarti tidak mungkin. Kecewa memang hal yang wajar, tetapi jika merasakan kecewa yang berlebihan, itu terjadi karena konsekuensi terhadap mencintai seseorang secara berlebihan.
 
Jalaluddin Rumi pernah berkata, "Cinta adalah suatu penyakit, orang yang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan". Maka terkadang, cinta membuat seseorang menjadi buta seketika, ia tidak peduli terhadap kondisi dirinya sendiri, yang ia pedulikan hanya sang kekasih.

Berharap kepada seseorang dengan berlebihan malah akan menyakiti hati sendiri. Tidak hanya itu, masalahnya juga akan berdampak pada kesehatan organ tubuh. Hidup terasa sempit jika hanya selalu terpuruk dalam kesedihan yang begitu lama, roda kehidupan terus berjalan. "Jangan bersedih, apapun yang hilang darimu akan kembali dalam bentuk yang berbeda", begitu kata Jalaluddin Rumi.

Hamid A.

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic