MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Menjadi Pemilih Cerdas Demi Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas

Menjadi Pemilih Cerdas Demi Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas
Add Comments
25/02/19


 
   Tak terasa sebentar lagi rakyat Indonesia akan menyambut pesta demokrasi pemilu tepatnya pada tanggal 17 April 2019, hal yang harus diketahui terlebih dahulu ialah dalam pemilu nanti masyarakat akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden serta para calon anggota legislatif, sesuai dengan amanat pasal 22 E ayat 2 UUD 1945 yang tertulis "Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah". 

Pemilu diadakan setiap lima tahun sekali, sesuai yang tertera dalam pasal 22 E ayat 1 yang berbunyi "Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali". Kontestasi pemilu lambat laun semakin memanas, apalagi seperti yang banyak menjadi sorotan publik ialah pemilihan calon presiden dan wakil presiden.

Tentang siapakah yang nanti akan memimpin negara Republik Indonesia dalam lima tahun ke depan semakin menarik untuk dibahas. Para calon presiden dan wakil presiden pun saling berlomba-lomba untuk meyakinkan rakyat dan mengatur strategi untuk dapat memenangkan persaingan ini, apalagi pada pemilu tahun ini menurut pengamat politik Voxpop Center Pangi S Chiango, sekitar 40% adalah pemilih baru yaitu "Generasi Millenial".

Berdasarkan data tersebut tentunya merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan oleh kedua pasangan calon untuk mendapatkan simpati dari kalangan millenial sebanyak-banyaknya. Kampanye politik dari para calon pun semakin menggebu-gebu, berbagai cara dilakukan oleh para timses dan relawan masing-masing untuk membantu kandidatnya dalam memperoleh dukungan sebanyak-banyaknya. 

Penyebaran informasi di era digital ini sudah tak terbendung lagi, masyarakat kini lebih mudah mendapatkan berbagai informasi lewat sosial media. Termasuk penyebaran informasi tentang kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, tak ayal dengan mudahnya akses informasi ini lah dimanfaatkan oleh sekelompok orang atau oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin membuat gaduh suasana pesta demokrasi dengan berita bohong atau hoaxMasyarakat pun dibuat resah dengan berita hoax ini sekaligus dibuat bingung membedakan mana yang benar-benar berita asli dan mana yang berita hoax. 

Sebagai pemilih yang bijak, kita harus berhati-hati dalam menyebarkan informasi apapun, jangan sembarangan atau terburu-buru membagikan informasi yang belum tentu diyakini kebenarannya, jika tidak hati-hati kita pun dapat dengan mudah termakan berita hoax tersebut dan bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu yang tentunya akan merugikan banyak pihak. Usahakan selalu periksa kembali dengan teliti berita yang didapat. Sebab, penyebar berita hoax dapat dipidanakan yang tertuang dalam UU pasal 28 ayat 2 UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta deretan pasal lainnya. 

Tentunya hal itu tidak mau terjadi pada diri kita bukan?. Adapun jika kita mendapatkan berita tentang pemilu dari situs web, kita harus hati-hati dengan judul provokatif dan cermati alamat situs tersebut. Jika domain situs masih menggunakan bawaan seperti blogspot, wordpress, dan yang lainnya bisa dibilang informasinya meragukan, berbeda dengan institusi media besar yang beritanya dapat dipertanggungjawabkan karena sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi.

Tentunya kita ingin pemilu tahun ini berjalan dengan damai dan kondusif, itu semua dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan cara seperti melawan berita hoax, tidak terlalu fanatik dengan kandidat pilihan kita, dan menghargai perbedaan pilihan. Kita juga harus mengajak orang lain untuk menggunakan hak suaranya dan mengkampanyekan untuk tidak golput. 

Tidak ada alasan sebenarnya untuk tidak memilih, karena di dunia digital ini kita dapat dengan mudah mendapatkan informasi profil tentang pasangan calon yang tentunya berasal dari sumber yang terpercaya. Tergantung dari kita sendiri menilai dengan jernih berdasarkan berbagai pertimbangan, dengan dunia yang serba mobility ini kita dapat meyakinkan diri kita untuk memilih salah satu kandidat berdasarkan visi misinya, janji politiknya, latar belakangnya dan lain sebagainya. 

Mari kita wujudkan pemilu yang berkualitas, jangan sampai integritas bangsa kita rusak hanya karena perbedaan dalam pilihan politik, urusan itu hanya untuk satu hari saja setelah itu kembali seperti biasanya, kita harus selalu ingat bahwa persatuan itu adalah hal yang paling utama, kita sudah terbiasa akan adanya perbedaan. 

Bukankah kita sudah mengenal dengan konsep yang namanya Bhinneka Tunggal Ika? ya, kita disatukan karena perbedaan. Jadilah pemilih yang cerdas dalam memilih, jangan sampai menyesal di kemudian hari. Bijaklah dalam bersikap mendukung pasangan calon, jangan terlalu fanatik. Mari kita sama-sama membangun Indonesia, semangat meraih cita-cita dan berusaha bersama-sama mewujudkan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Hamid Auni

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic