MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Merantau di Usia Muda Membuatmu menjadi Orang Hebat

Merantau di Usia Muda Membuatmu menjadi Orang Hebat
Add Comments
17/11/18


   
   Menuntut ilmu adalah sebuah keharusan untuk setiap orang, karena ilmu merupakan jendela pengetahuan yang dapat membuka cakrawala wawasan. Kita diberi amanah akal oleh Allah untuk dipergunakan sebaik-baiknya yaitu diisi dengan ilmu pengetahuan, sepertinya kita jadi kufur nikmat jika tidak manfaatkan pemberian Allah tersebut.

Apalagi di usia yang masih muda, selagi semangat masih membara mempelajari ilmu sebanyak-banyaknya sangat penting, karena kita sebagai anak muda merupakan generasi penerus bangsa yang kelak nanti diharapkan kemudian untuk menjadi roda penggerak bangsa ini. Sudah seharusnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu dengan pengorbanan yang maksimal.

Seperti halnya merantau, ada satu pepatah mengatakan, "Merantaulah anak muda agar kamu tahu arti rindu yang sebenarnya". Ya kamu menjadi berbeda dan spesial ketika merantau, karena tidak semua anak muda berani ambil langkah untuk merantau, akan tetapi kamu berani berada jauh dari orang tua demi tujuan mulia yaitu untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

Banyak sekali pelajaran yang akan didapatkan ketika kamu merantau, tidak hanya pendidikan formal di sekolah atau di kampus saja, akan tetapi dengan merantau kita akan banyak belajar pengalaman hidup yang sangat berharga. Dengan merantau juga dapat melatih dirimu menjadi orang hebat, tidak percaya? berikut beberapa hal yang akan membuatmu menjadi orang hebat ketika merantau.

1. Menjadi mandiri
Karena keadaan jauh dari orang tua, memaksa kamu harus bersikap mandiri. Walaupun kamu dulu dimanja, segala kebutuhan selalu disiapin, namun saat merantau kamu harus pandai mengatur waktu dan mengurus segala kebutuhanmu sendiri. Karena tinggal di daerah perantauan itu tidaklah mudah, selain itu kamu juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru, saat awal-awal merantau kamu akan merasakan yang namanya "home sick" karena belum terbiasa. Suatu saat nanti kamu pasti akan terbiasa walaupun perasaan itu kadang muncul sesekali, nikmati saja prosesnya. Setelah kamu mengalami proses ini dapat dipastikan kamu akan memiliki kepribadian yang mandiri.

2. Bersikap bijaksana

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Di daerah perantauan kamu harus pandai-pandai menjaga diri, bijaksana dalam berbicara dan bertindak merupakan hal yang harus kamu lakukan, karena kamu merupakan pendatang di tanah orang,  selain itu juga kamu pasti nanti akan menghadapi berbagai masalah ketika merantau. Kamu harus menghadapi masalah itu dengan bijak, usahakan  jangan pernah untuk menghindari masalah, yang ada malah nanti akan menambah masalah baru.

3. Berwawasan luas

Kamu akan mendapatkan banyak teman baru yang berasal dari latar belakang yang berbeda termasuk dalam hal pemikiran pula, terlebih lagi ketika kamu ikut organisasi kemahasiswaan dan semacamnya tentu akan dapat membantu dalam mengembangkan pemikiranmu. Karena hal organisasi adalah wadah atau tempat seseorang bertukar pikiran dan berinteraksi satu sama lain, jadi bukan hanya sekedar kumpul-kumpul biasa. Dengan begitu wawasanmu menjadi luas serta mendapatkan ilmu-ilmu baru yang tidak kamu dapatkan di dalam kelas.

4. Toleransi yang tinggi
Tentu rasa toleransi atau saling menghargai akan meningkat ketika kamu merantau, karena di sana kamu akan mendapatkan teman baru yang berasal dari berbagai daerah dengan budaya yang dimilikinya masing-masing. Kamu akan lebih memaklumi yang namanya perbedaan, seperti halnya perbedaan pendapat, cara berpikir, dan lain-lain. 

Karena kepribadian seseorang dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar, dan secara tidak langsung pula kamu akan belajar bahasa dan budaya mereka, ditambah lagi akan lebih banyak mengenal karakteristik orang lain. Tidak hanya itu, rasa empatimu juga akan bertambah, karena kepekaanmu melihat situasi orang lain seperti yang kamu rasakan.

5. Berani berkorban

Tiap tantangan dan kesulitan harus dihadapi dan dicari solusi permasalahannya, terkadang kamu mengalami kebuntuan. Tetapi dibalik semua itu akan membuatmu menjadi sosok yang lebih tegar, berani menghadapi masalah, dan berani berkorban dalam mengambil tindakan, karena setiap permasalahan itu ada solusinya tergantung sekuat usaha yang telah dilakukan.

Dahlan Iskan pernah berkata, "Setiap orang punya jatah gagal, habiskan jatah gagalmu ketika masih muda". Dari kegagalan kamu akan banyak mengetik hikmah salah satunya ialah kamu akan lebih berani menghadapi rintangan serta dapat menumbuhkan sikap berani bekorban, karena lebih baik mengambil tindakan daripada diam pasrah menunggu keadaan. Karena dari situ kamu akan lebih berpengalaman ketika menghadapi masalah.

Dengan merantau kamu akan mendapatkan banyak tantangan baru dalam hidup dan pelajaran yang bisa kamu ambil. Dalam kehidupan perantauan, kita pasti akan memakan banyak asam garam kehidupan. Hanya pemuda yang berjiwa tangguh yang berani ambil resiko. Hasilnya nanti jelas akan bermanfaat di masa depan dan akan berpengaruh pada pembentukan karakter dan wawasan.

Ketika sudah memutuskan untuk merantau, luruskan niat karena kamu pergi jauh-jauh sampai bermuara ke negeri seberang itu untuk mencari ilmu demi menggapai cita-cita yang sudah diimpikan, bukan untuk bersenang-senang semata, sangat penting untuk menjaga amanat orang tua, jangan sampai membuat mereka menyesal, kita harus tanggung jawab dan tuntaskan terhadap putusan yang telah kita ambil.

Ada satu kutipan dari Buya Hamka yang rasanya cocok untuk anak rantau khususnya laki-laki, "Anak laki-laki tak boleh dihiraukan panjang, hidupnya ialah untuk berjuang, kalau perahunya telah dikayuhkan ke tengah, dia tak boleh surut palang, meskipun bagaimana besar gelombang. Biarkan kemudi patah, biarkan layar robek, itu lebih mulia daripada membalik haluan pulang," tegasnya.

Sudah banyak contoh kisah orang-orang sukses yang merantau, jadikan pengalaman hidup mereka sebagai motivasi. Merantau juga merupakan upaya pembuktian diri walaupun hanya dengan modal berani, karena keberanian diri untuk bersaing adalah modal awal yang harus disiapkan. Ada satu nasehat dari Imam Syafi'i, "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan".

Hamid Auni

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic