MASIGNASUKAv101
513548225817861431

Menjelang Lebaran Mengapa Harus Dengan Petasan?

Menjelang Lebaran Mengapa Harus Dengan Petasan?
Add Comments
21/06/17


  Lebaran sebentar lagi, dan inilah waktu, ya waktu menjelang masuk akhir-akhir ramadhan. Sedih memang terasa, apalah mau dikata dilarut oleh massa, setiap pertemuan ada pula perpisahan. Saatnya merayakan kemenangan di hari yang suci ini. Menjelang lebaran terdengar suara gemuruh, suara petasan saling berhasutan. Pernakah anda bertanya pada diri anda, kenapa setiap menjelang lebaran ada petasan?. Siapakah yang memulai?atau kenapa harus petasan?. 

Ya pertanyaan tersebut akan di jawab disini. Saya dulu juga bingung kenapa petasan ini muncul sejak akan memasuki lebaran. Memang petasan akan terlihat indah jika mata memandang. Seakan terhipnotis keindahan warna-warni petasan yang berbunyi meluncur bebas ke atas langit seperti roket lalu meledakkan dirinya, jadilah sebuah pemandangan yang indah memang disambut pula petasan lainnya saling beriringan. Terlebih lagi ditambah beberapa variasi petasan lainnya.

Menurut kepercayaan di China dan sekitarnya, cara mengusir makhluk halus jahat, hantu-hantu dan arwah jahat adalah dengan Petasan atau mercon. Menurut dongeng China, pada masa purba hiduplah seorang raksasa bernama Kho Ni atau Kho Nin dan dalam cerita lain bernama San soo. Siapapun yang melihatnya akan terserang bahaya. Raksasa itu hanya takut pada 3 hal, yaitu petasan(mercon), barongsay, dan api. Terkadang raksasa itu bersembunyi jika melihat warna merah darah karena ia sangka itu adalah api. 

Untuk mengusirnya, Raja Unthe memerintahkan membakar bambu sehingga berupa suara ledakan, lalu diganti dengan mercon. Pada hari raya, mercon diletuskan di tepi jalan, di persimpangan jalan dan ditempat-tempat yang dianggap tempat persembunyian makhluk halus jahat. Mercon diletuskan pula pada masa perayaan perkawinan agar terhindar dari gangguan hantu dan roh-roh jahat, pada masa menguburkan mayat dan pada masa upacara pengusiran makhluk halus jahat atau roh-roh/hantu-hantu jahat.  


(Pesta kembang api di Sydney, Australia saat pergantian tahun)
Lalu, salahkah jika bermain petasaan saat malam hari raya Idul Fitri?. Kebanyakan petasan dinyalakan saat malam idul fitri. Tidak salah memang, tetapi yang harus digaris bawahi dan yang harus diingat ialah kita harus menimbang antara baik dan buruknya, manfa'at dan mudharatnya. Jika lebih banyak mudharat daripada manfaatnya lebih baik ditinggalkan. 

Daripada membakar duit yang sudah jelas banyak mudharatnya, lebih baik di hari akhir - akhir bulan ramadhan diisi apa yang pernah dilakukan Rasulullah SAW saat menjelang lebaran, kita sebagai umat Muslim dianjurkan untuk mengikuti sunnahnya. Malam Idul Fitri adalah malam yang mulia, malam pertama bulan Syawal. Banyak riwayat yang menyebutkan keutamaan ibadah dan amalan untuk menghidupkan malam prtama bulan Syawal. Beriku sunnah - sunnah Rasul SAW saat malam mendekati Idul Fitri: 

Imam Nawawi berkata dalam Al Majmu’ (5: 42), “Disunnahkan menghidupkan malam Idul Fithri dan Idul Adha dengan shalat atau amalan ketaatan lainnya. Ulama Syafi’iyah beralasan dengan hadits Abu Umamah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha, hatinya tidak akan mati tatkala hati-hati itu mati.” Dalam riwayat Syafi’i dan Ibnu Majah disebutkan, “Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari-Nya, hatinya tidak akan mati tatkala hati-hati itu mati.” Diriwayatkan dari Abu Darda’ secara mauquf (sampai pada sahabat) dan diriwayatkan dari Abu Umamah secara marfu’ sebagaimana disebutkan sebelumnya, namun seluruh sanadnya dho’if.”
Syaikh Sholih Al Munajjid menjelaskan, “Namun bukanlah berarti menghidupkan malam hari raya ‘ied tidak dianjurkan. Bahkan disunnahkan menghidupkan setiap malam yang ada. Para ulama sepakat disunnahkannya menghidupkan malam hari raya ‘ied sebagaimana dinukil dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah (2: 235). Yang dibahas hanyalah hadits yang membicarakan tentang keutamaan menghidupkan malam tersebut adalah dho’if.” (Fatwa Al Islam Sual wal Jawab 12504).

Barangsiapa yang menghidupkan malam idul fitri dengan Tahajjud dan mengingat dosa dan bertafakkur, maka Allah akan membuat hatinya terus hidup pada saat matinya semua hati. (Sumber - Mukasyiaftulquluub - Imam Ghazali bab Fadhlul Ied). 

Lalu, amalan seperti apa yang rasul kerjakan menjelang lebaran('idul fitri)?kita sudah pasti tahu kalau menjelang lebaran tandanya ramadhan akan selesai. Apalagi  sudah memasuki 10 hari terakhir bulan ramadhan. Dan di sini akan sedikit membahas tentang lailatul qadr juga, kenapa? karena turunnya malam kemuliaan tersebut berada pada malam ganjil 10 hari terakhir bulan ramadhan. 


“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau menguatkan ikatan tali sarungnya (yakni meningkat amalan ibadah baginda), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” (Muttafaqun ‘alaihi)  

Sebaiknya kita melakukan i'tikaf saat memasuki akhir ramadhan / menjelang lebaran, seperti yang sudah dicontohkan rasul, perbanyak ibadah saat - saat akhir ramadhan. Melakukan i'tikaf pada siang dan malam hari, jika tidak mampu salah satunya, dan jika juga masih tidak mampu semampunya saja. Sungguh sangat beruntung orang yang mendapatkan atau memperbanyak amal ibadah di malam yang lebih baik dari 1000 bulan itu. 

Dapat disimpulkan bahwa sebaiknya yang dapat kita lakukan ialah memperbanyak amalan ibadah menjelang lebaran karena pastinya sudah memasuki akhir Ramadhan. Bulan Ramadhan akan selalu ada, kitanya saja apakah masih ada untuk tahun selanjutnya?. Manfaatkanlah momentum bulan Ramadhan dengan sebaik - baiknya. Mengenai memainkan petasa boleh - boleh saja asalkan jangan berlebihan, tapi bukankah lebih baik menimbang manfa'at dan mudharatnya terlebih dahulu?, bukankah lebih baik kita memperbanyak ibadah saat itu?. Itu semua tergantung pada diri anda masing - masing, karena setiap orang berdiri atas pendapatnya masing - masing dan tentu dengan mengukur juga mana yang baik, dan buruk

Hamid A.

Mahasiswa hukum yang hidup berkelana di tanah perantauan. Tertarik dengan bidang ilmu filsafat, psikologi, sejarah, dan bidang apa saja, kecuali matematika.

Rules Comment :

1. Dilarang Spam
2. Berkomentarlah yang baik
3. Dilarang menggunakan kata komentar dengan kata kasar atau sebagainya
4. Harap untuk tidak menyebarkan link yang membuat spam, rusuh. unsur porno, sara, dan sebangsanya
5. Komentar harus sesuai dengan isi artikel

*Jika ingin bertanya di luar topik, silahkan klik menu Off Topic